Cuplikan Chapter ini
Kepulangan Arman dari Barak Militer membawa kembali percikan hangat ke kamar asrama nomor 307 Suaranya yang lantang leluconnya yang kadang receh dan aroma minyak kayu putih yang melekat di baju seragam latihannya membuat suasana kamar terasa hidup lagi Sesuai janji malam itu mereka duduk bersisian dan Arman mulai menceritakan hari-harinya di sanaPokoknya bangun jam lima suara peluit udah kayak alarm bencana Disuruh lari baris tiarap bahkan nyuci baju sendiri Belum lagi latihan