Cuplikan Chapter ini
Angin lembut mengusap pucuk-pucuk pohon angsana di halaman depan seolah-olah ikut mendengarkan gumam yang tidak terdengar Gumaman dari masa lalu masa kini dan masa depanEmil duduk di bawah kanopi kecil dekat perpustakaan Di pangkuannya tergeletak sebuah buku tua berisi tafsir kartu tarot klasik halaman-halamannya penuh coretan tangan dan warna spidol stabilo Tangannya memutar-mutar kartu The High Priestess yang ia sisipkan dari set tarot favoritnya pandangan matanya kosong tetapi