Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Orang ke-7
Suka
Favorit
Bagikan
13. Scene 13
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

INT. RUANG LUKIS — MALAM

Adit menemukan kanvas tua. Ia duduk di samping tubuh Riki dan mulai melukis dengan cat gelap dari kaleng yang terbuka di lantai. Saat kuas menyentuh kanvas, tangannya sempat gemetar; ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan sapuan yang makin tenang dan hampir teliti. Ia melukis potret Ariel tanpa busana yang terdistorsi, wajahnya tertutup bayangan dan garis-garis tajam.

Adit menatap lukisan itu dengan dingin, lalu bicara kepada kanvas.

ADIT
(datar)
Katanya orang dewasa. Katanya melindungi. Lihat hasilnya.

Lukisan itu adalah penghinaan yang sengaja ia tujukan kepada orang dewasa yang gagal melindungi mereka.

Di sudut kanvas, ia melukis tujuh bayangan. Enam wajah dicoret; wajah ketujuh dibiarkan kosong. Dari belakang kanvas terdengar bisikan:

SUARA
(O.S.)
Jangan biarkan aku masuk.

Adit menoleh. Ruangan kosong. Pulpen besi di saku jaketnya terasa dingin.



Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)