Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
INT. LORONG GELAP — MALAM
Bella berlari menjauh dari nyala lilin dan suara Riki yang mengejarnya. Langkahnya tersangkut ambang pintu hingga ia jatuh. Ia berusaha segera bangkit, tetapi Riki sudah menyusul; ia mendekat dan melontarkan komentar menjijikkan tentang tubuh Bella.
Bella menendang tangan Riki yang memegang lilin. Lilin terlempar dan padam, tetapi Riki mencengkeram kedua kaki Bella.
Bella meronta dan berteriak. Riki membungkam mulutnya. Agnes berlari menyusul dan menarik baju Riki.
Riki mengayunkan siku. Agnes terhuyung dan jatuh, kepalanya membentur lantai; ia pingsan. Bella menyambar buku tebal dan memukulkannya ke kepala Riki. Riki berbalik, kehilangan kendali, lalu mencekik Bella.
Bella terkulai dan berhenti bergerak. Riki melepaskan cekikannya, memeriksa nadinya, lalu mundur panik.
Ia memeriksa nadi Bella sekali lagi. Tak ada denyut yang terasa.
Riki menatap Agnes yang pingsan, lalu tubuh Bella. Setelah ragu, ia menyeret Bella ke ruang samping untuk menyembunyikan perbuatannya. Dari ujung lorong terdengar senandung tiga nada. Riki membeku: nada itu terdengar seperti senandung Bella, meski Bella tak bergerak. Ia kembali, menggendong Agnes ke ruang tengah, membaringkannya di tempat tidurnya, lalu berbaring membelakangi yang lain seolah tidur.