Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Orang ke-7
Suka
Favorit
Bagikan
2. Scene 2
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

EXT. HALAMAN RUMAH TUA — MALAM

Mereka mendekati rumah tua. Doni mengetuk pintu dan memanggil pemiliknya. Tak ada jawaban.

RIKI
Kosong, Pak. Kita masuk saja. Mau tunggu sampai kedinginan?
ARIEL
Tapi kita tidak kenal pemiliknya. Rasanya tidak benar masuk tanpa izin. Kalau memang kosong, seharusnya kita tetap menunggu di luar.
DONI
Kita hanya berteduh. Begitu cuaca membaik, kita pergi.

Agnes berhenti. Ia berjongkok di dekat fondasi, menyibak lumut dari tulisan pudar dengan ujung lengan bajunya. Ia mengeja tulisan itu perlahan, lalu menatap pintu rumah yang terbuka sedikit.

AGNES
T-tapi... di situ... ada tulisan. “D-dilarang masuk.”

Riki menyenggol bahu Agnes dengan kasar.

RIKI
Nggak usah didengar dia. Kalau mau kedinginan di luar, silakan!

Agnes memandang hutan gelap, lalu pintu rumah. Ia tampak ingin memperingatkan yang lain sekali lagi, tetapi Riki sudah masuk lebih dulu. Agnes menyimpan keraguannya, mengikuti rombongan paling belakang, dan tetap mengawasi papan larangan. Bella menyentuh papan itu. Di bawah lumut tampak enam goresan pendek. Saat Agnes melangkah melewati ambang pintu, sebuah goresan ketujuh tergores sendiri di papan. Bella berkedip, dan goresan itu tertutup bayangan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)