Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Orang ke-7
Suka
Favorit
Bagikan
10. Scene 10
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

INT. RUANG KOSONG — MALAM

Riki menghempaskan Agnes ke lantai. Agnes segera meraih kusen pintu dan berusaha bangkit. Saat melihat sebuah mangkuk logam di dekat kakinya, ia menendangnya keras ke arah pintu. Mangkuk itu membentur lantai dan berguling ke lorong, menimbulkan bunyi nyaring.

RIKI
Kalau kau tidak ikut campur, semua ini tidak perlu terjadi.

Agnes meronta dan mencoba meraih pintu. Riki menyumpal mulutnya dan menahannya agar tak bisa keluar. Agnes terus menggeser tubuhnya ke arah pintu, berusaha membuat suara dengan tumitnya menghantam lantai. Kekerasan berlanjut di luar pandangan kamera; terdengar benturan dan gerakan yang tertahan.

Adit terbangun oleh bunyi mangkuk logam yang berguling, disusul benturan dari lorong. Ia melihat ruang tengah tanpa Agnes dan Riki. Ia mengikuti suara itu, tetapi berhenti ketika melihat Riki mengangkat obeng dari celah pintu. Adit membeku. Ia tahu ada sesuatu yang harus dilakukan, tetapi rasa takut menahannya beberapa detik—terlambat.

Riki menyerang Agnes dengan obeng. Adit menyaksikan dari celah pintu, tak mampu menyelamatkannya. Setelah Agnes tak lagi bergerak, Riki pergi tanpa melihat Adit. Adit tetap terpaku di balik pintu. Ia menatap tangannya sendiri, menyadari bahwa sekali lagi ia terlambat bertindak ketika seseorang memanggil pertolongan.

ADIT
(sangat pelan)
Kau mengambil semuanya dariku.

Di belakangnya, pantulan kaca memperlihatkan Adit berdiri bersama sosok lain. Ketika ia menoleh, tak ada siapa-siapa.



Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)