Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Ergo
Suka
Favorit
Bagikan
5. Scene 26-39



tempat yang sama waktu sesuatu menimpa Eva

Laras tiba-tiba teringat dengan kejadian kemarin sore antara dirinya dan Eva.

FLASH BACK

EVA

Justru gue paling tahu nyokap lo. Dia cuma pura-pura jadi wanita baik padahal dia ➖

(menggunakan tangan untuk melukiskan kemarahannya tentang Lili)

LARAS

Bicara tentang gue, masih bisa gue maafin. Tapi kalo mulut lo sok tahu tentang nyokap gue ➖

(memelintir tangan Eva)

EVA

(menjerit kesakitan)

Lo udah gila!

ESTHER

Ras, lepasin Eva!

LARAS

Suruh temen lo ini minta maaf!

EVA

Gue nggak mau minta maaf! Aaargh!

BACK TO PRESENT

LARAS

Eva

(berkata lirih)

NEIL

Apa kamu di sini karena itu juga?

(raut wajah Neil terkejut)

Kita kan -

Seorang polisi membuka pintu sel, membuat Laras beranjak dari tempatnya.

POLISI

Saudara Neil, Anda diperbolehkan keluar

Neil beranjak dari tempatnya duduk. Ia menatap Laras yang terlihat bingung, kesal dan lelah.

NEIL

(berbisik)

Laras, kalo memang alasan kamu di sini sama sepertiku. Pasti aku carikan jalan.

Laras menatap Neil sebentar kemudian mengalihkan pandangannya ke lantai sel.

Neil didampingi polisi keluar dari ruangan.

CU jam di kantor sel berputar sejak pukul tiga pagi hingga pukul tujuh pagi.

33. INT - RUANG SEL - PAGI

Laras mendengar samar suara wanita dan suara pria yang diperkirakannya sedang berdebat.

34. INT - KANTOR POLISI - PAGI

Putri di samping Bintang, berhadapan dengan kepala polisi yang dini hari tadi membawa Laras.

PUTRI

Saya kan cuma mau ketemu sepupu saya, Pak. Masak nggak boleh

KEPALA POLISI

Buat apa?

Putri memutar bola matanya.

BINTANG

Kalo ketemu aja, kan nggak ada larangan, Pak!

KEPALA POLISI

Saya nggak ada waktu, melayani BOCAH seperti kalian

PUTRI

Kalo begitu, kenapa sepupu saya dibawa tadi malam, Pak?

KEPALA POLISI

Kasus pembunuhan. Berencana.

PUTRI

(terkejut)

Siapa yang terbunuh, Pak?

KEPALA POLISI

Saudari Brigitta Eva Danureja.

PUTRI

Eva?

BINTANG

Kenal, Put?

PUTRI

Kakak kelas gue dan Laras waktu SMA. (Jeda) Dan kakak angkatan Laras di kampus.

BINTANG

Buktinya ada, Pak?

KEPALA POLISI

Banyak saksi, makanya,gadis itu saya tahan di sini

PUTRI

Siapa saksinya, Pak?

KEPALA POLISI

Teman-temannya melihat korban, dipelintir tangannya siang hari, di hari kematiannya.

PUTRI

Emang, kalo melintir tangan terus bisa meninggal, Pak?

KEPALA POLISI

Itu cukup membuktikan, jika gadis itu memiliki motif untuk membunuh korban

BINTANG

Besok-besok, kalo saya melintir kata-kata orang, saya bisa jadi tertuduh, kalo orang itu tiba-tiba kecelakaan berati, Pak?

KEPALA POLISI

Siapa yang izinkan KAMU bicara?

Bintang menatap kepala polisi dengan kesal, begitu juga dengan Putri.

PUTRI

Kalo Bapak, nggak izinin saya ketemu sepupu saya saya panggil aja dia. LARAS! LARAS!

KEPALA POLISI

(marah)

Kamu pikir di sini pasar? bisa berisik dan teriak seenaknya?

Putri tidak peduli, meski Bintang menyenggol sikunya beberapa kali

35. INT - RUANG SEL - PAGI

Laras yang mendengar namanya dipanggil, mendekat ke jeruji sel.

LARAS

Putri?

(berkata lirih)

36. INT - KANTOR POLISI - PAGI

Neil datang tergesa bersama seorang pria paruh baya. Ia menghadap kepala polisi.

NEIL

Saya bawa jaminan untuk Laras.

Putri dan Bintang menoleh dan menatap Neil, kemudian mereka saling melihat heran.

KEPALA POLISI

(percaya diri melihat ke arah Neil)

Saya tidak akan terima apapun, sebagai jaminan gadis itu.

NEIL

Om David.

(menganggukkan kepala kepada pria paruh baya di sisinya)

Aura pengacara hebat memancar dari sosok pria tersebut. Sedangkan Kepala Polisi terlihat gusar melihat aura pengacara tersebut.

PENGACARA DAVID ABRAHAM

Maaf, Pak. (jeda) Sesuai dengan undang-undang, kepada orang yang disangkakan melakukan sesuatu namun belum cukup bukti dan saksi, negara memperbolehkan untuk membayar uang jaminan. Saya juga bersedia menjadi jaminan.

KEPALA POLISI

(Berwajah masam, tidak dapat berkutik)

NEIL

Saya juga bersedia menjadi jaminan

Pengacara David menoleh ke arah Neil, sedikit terkejut.

KEPALA POLISI

Anda baru saja bebas dengan jaminan yang dibayar orang tua Anda, beserta bukti cctv apartemen,dan kesaksian para pegawai yang bertugas. Saya rasa, Anda tidak punya kewenangan untuk menjaminkan diri Anda, pada kasus ini

NEIL

Terserah. Tapi Laras harus dikeluarkan dari sana, karena dia tidak bersalah.

KEPALA POLISI

Anda yakin sekali. Apa hubungan Anda dengan gadis itu? Kenapa kalian terlibat dalam kasus yang sama?

PENGACARA DAVID ABRAHAM

Bagaimana, Pak? Saya sudah membawa uang jaminan dan Bapak boleh menyertakan diri saya dalam jaminan tersebut.

KEPALA POLISI

(Menghela nafas, keki sambil memandang kedua orang di hadapannya, kembali menutupi kegusarannya karena aura Sang Pengacara)

Dri!

ADRI

(Tergopoh-gopoh datang menghadap kepala polisi dan bersikap hormat)

Siap, Pak!

KEPALA POLISI

Bawa keluar gadis itu!

ADRI

Baik, Pak!

37. INT - RUANG SEL

Adri, petugas penjaga sel, segera membuka pintu jeruji sel kemudian menyuruh Laras yang sedang mendengarkan percakapan samar tersebut, untuk keluar. Laras menurutinya. Ia dituntun menuju hadapan Kepala polisi.

38. INT - KANTOR POLISI - PAGI

Laras menatap orang-orang yang ada di kantor polisi. Kemudian, tatapannya fokus kepada kepala polisi.

KEPALA POLISI

(melihat kedatangan Laras)

Saudari Laras, Anda bisa keluar sekarang dari tempat ini karena uang jaminan.

(menatap lekat Laras)

Tapi saya pastikan, saksi-saksi atas penganiayaan yang Anda lakukan kepada Saudari Eva juga memiliki bukti, berupa video.

(berjalan mendekati Laras)

Persiapkan diri kamu, karena saya,akan membawa kamu.kembali.ke sini.segera.dan tidak akan ada lagi kesempatan,untuk keluar lagi.

LARAS

(menatap benci)

PENGACARA DAVID ABRAHAM

(berdehem agak keras)

Baik, itu saja Pak. Saya rasa kami bisa pamit. Terima kasih, Pak

(mengajak Neil dan Laras keluar dari ruangan tersebut)

Putri dan Bintang mengikuti langkah mereka.

39. EXT - HALAMAN KANTOR POLISI - PAGI

Pengacara David pamit kepada Neil, juga mengangguk kepada Laras, Putri dan Bintang. Ketiganya balas menghormati kepada pengacara tersebut. Pengacara David lalu menaiki mobilnya yang kemudian melaju meninggalkan kantor polisi.

Neil mengajak Laras ikut masuk ke dalam mobil, namun Laras menolaknya dan mengikuti Putri.

LARAS

Lo naik apa ke sini, Put?

PUTRI

Tuh, Pak Darno.

LARAS

Hah? Tapi Pak Darno nggak laporan ke Papa, kan?

PUTRI

Udah gue wanti-wanti.

Laras menghela nafas lega kemudian tersadar Bintang ada di sisi Putri.

LARAS

Bintang?

BINTANG

Akhirnya sadar juga aku hadir, Ras!

Laras menatap Putri penuh tanya.

PUTRI

Gue yang ngubungin Bintang. Karena lo bilang jangan telpon ➖

(Salah tingkah)

Jadi, gue telpon dia. Dia kan cowok. Siapa tahu lebih berani dari gue?!

Bintang keki menatap Putri.

Putri melengos ketika ditatap Bintang.

Laras naik mobil bersama Putri dan Bintang, sementara Neil mengikuti mobil yang mereka tumpangi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)