Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
tempat yang sama waktu sesuatu menimpa Eva
Laras tiba-tiba teringat dengan kejadian kemarin sore antara dirinya dan Eva.
FLASH BACK
EVA
Justru gue paling tahu nyokap lo. Dia cuma pura-pura jadi wanita baik padahal dia ➖
(menggunakan tangan untuk melukiskan kemarahannya tentang Lili)
LARAS
Bicara tentang gue, masih bisa gue maafin. Tapi kalo mulut lo sok tahu tentang nyokap gue ➖
(memelintir tangan Eva)
EVA
(menjerit kesakitan)
Lo udah gila!
ESTHER
Ras, lepasin Eva!
LARAS
Suruh temen lo ini minta maaf!
EVA
Gue nggak mau minta maaf! Aaargh!
BACK TO PRESENT
LARAS
Eva
(berkata lirih)
NEIL
Apa kamu di sini karena itu juga?
(raut wajah Neil terkejut)
Kita kan -
Seorang polisi membuka pintu sel, membuat Laras beranjak dari tempatnya.
POLISI
Saudara Neil, Anda diperbolehkan keluar
Neil beranjak dari tempatnya duduk. Ia menatap Laras yang terlihat bingung, kesal dan lelah.
NEIL
(berbisik)
Laras, kalo memang alasan kamu di sini sama sepertiku. Pasti aku carikan jalan.
Laras menatap Neil sebentar kemudian mengalihkan pandangannya ke lantai sel.
Neil didampingi polisi keluar dari ruangan.
CU jam di kantor sel berputar sejak pukul tiga pagi hingga pukul tujuh pagi.
33. INT - RUANG SEL - PAGI
Laras mendengar samar suara wanita dan suara pria yang diperkirakannya sedang berdebat.
34. INT - KANTOR POLISI - PAGI
Putri di samping Bintang, berhadapan dengan kepala polisi yang dini hari tadi membawa Laras.
PUTRI
Saya kan cuma mau ketemu sepupu saya, Pak. Masak nggak boleh
KEPALA POLISI
Buat apa?
Putri memutar bola matanya.
BINTANG
Kalo ketemu aja, kan nggak ada larangan, Pak!
KEPALA POLISI
Saya nggak ada waktu, melayani BOCAH seperti kalian
PUTRI
Kalo begitu, kenapa sepupu saya dibawa tadi malam, Pak?
KEPALA POLISI
Kasus pembunuhan. Berencana.
PUTRI
(terkejut)
Siapa yang terbunuh, Pak?
KEPALA POLISI
Saudari Brigitta Eva Danureja.
PUTRI
Eva?
BINTANG
Kenal, Put?
PUTRI
Kakak kelas gue dan Laras waktu SMA. (Jeda) Dan kakak angkatan Laras di kampus.
BINTANG
Buktinya ada, Pak?
KEPALA POLISI
Banyak saksi, makanya,gadis itu saya tahan di sini
PUTRI
Siapa saksinya, Pak?
KEPALA POLISI
Teman-temannya melihat korban, dipelintir tangannya siang hari, di hari kematiannya.
PUTRI
Emang, kalo melintir tangan terus bisa meninggal, Pak?
KEPALA POLISI
Itu cukup membuktikan, jika gadis itu memiliki motif untuk membunuh korban
BINTANG
Besok-besok, kalo saya melintir kata-kata orang, saya bisa jadi tertuduh, kalo orang itu tiba-tiba kecelakaan berati, Pak?
KEPALA POLISI
Siapa yang izinkan KAMU bicara?
Bintang menatap kepala polisi dengan kesal, begitu juga dengan Putri.
PUTRI
Kalo Bapak, nggak izinin saya ketemu sepupu saya saya panggil aja dia. LARAS! LARAS!
KEPALA POLISI
(marah)
Kamu pikir di sini pasar? bisa berisik dan teriak seenaknya?
Putri tidak peduli, meski Bintang menyenggol sikunya beberapa kali
35. INT - RUANG SEL - PAGI
Laras yang mendengar namanya dipanggil, mendekat ke jeruji sel.
LARAS
Putri?
(berkata lirih)
36. INT - KANTOR POLISI - PAGI
Neil datang tergesa bersama seorang pria paruh baya. Ia menghadap kepala polisi.
NEIL
Saya bawa jaminan untuk Laras.
Putri dan Bintang menoleh dan menatap Neil, kemudian mereka saling melihat heran.
KEPALA POLISI
(percaya diri melihat ke arah Neil)
Saya tidak akan terima apapun, sebagai jaminan gadis itu.
NEIL
Om David.
(menganggukkan kepala kepada pria paruh baya di sisinya)
Aura pengacara hebat memancar dari sosok pria tersebut. Sedangkan Kepala Polisi terlihat gusar melihat aura pengacara tersebut.
PENGACARA DAVID ABRAHAM
Maaf, Pak. (jeda) Sesuai dengan undang-undang, kepada orang yang disangkakan melakukan sesuatu namun belum cukup bukti dan saksi, negara memperbolehkan untuk membayar uang jaminan. Saya juga bersedia menjadi jaminan.
KEPALA POLISI
(Berwajah masam, tidak dapat berkutik)
NEIL
Saya juga bersedia menjadi jaminan
Pengacara David menoleh ke arah Neil, sedikit terkejut.
KEPALA POLISI
Anda baru saja bebas dengan jaminan yang dibayar orang tua Anda, beserta bukti cctv apartemen,dan kesaksian para pegawai yang bertugas. Saya rasa, Anda tidak punya kewenangan untuk menjaminkan diri Anda, pada kasus ini
NEIL
Terserah. Tapi Laras harus dikeluarkan dari sana, karena dia tidak bersalah.
KEPALA POLISI
Anda yakin sekali. Apa hubungan Anda dengan gadis itu? Kenapa kalian terlibat dalam kasus yang sama?
PENGACARA DAVID ABRAHAM
Bagaimana, Pak? Saya sudah membawa uang jaminan dan Bapak boleh menyertakan diri saya dalam jaminan tersebut.
KEPALA POLISI
(Menghela nafas, keki sambil memandang kedua orang di hadapannya, kembali menutupi kegusarannya karena aura Sang Pengacara)
Dri!
ADRI
(Tergopoh-gopoh datang menghadap kepala polisi dan bersikap hormat)
Siap, Pak!
KEPALA POLISI
Bawa keluar gadis itu!
ADRI
Baik, Pak!
37. INT - RUANG SEL
Adri, petugas penjaga sel, segera membuka pintu jeruji sel kemudian menyuruh Laras yang sedang mendengarkan percakapan samar tersebut, untuk keluar. Laras menurutinya. Ia dituntun menuju hadapan Kepala polisi.
38. INT - KANTOR POLISI - PAGI
Laras menatap orang-orang yang ada di kantor polisi. Kemudian, tatapannya fokus kepada kepala polisi.
KEPALA POLISI
(melihat kedatangan Laras)
Saudari Laras, Anda bisa keluar sekarang dari tempat ini karena uang jaminan.
(menatap lekat Laras)
Tapi saya pastikan, saksi-saksi atas penganiayaan yang Anda lakukan kepada Saudari Eva juga memiliki bukti, berupa video.
(berjalan mendekati Laras)
Persiapkan diri kamu, karena saya,akan membawa kamu.kembali.ke sini.segera.dan tidak akan ada lagi kesempatan,untuk keluar lagi.
LARAS
(menatap benci)
PENGACARA DAVID ABRAHAM
(berdehem agak keras)
Baik, itu saja Pak. Saya rasa kami bisa pamit. Terima kasih, Pak
(mengajak Neil dan Laras keluar dari ruangan tersebut)
Putri dan Bintang mengikuti langkah mereka.
39. EXT - HALAMAN KANTOR POLISI - PAGI
Pengacara David pamit kepada Neil, juga mengangguk kepada Laras, Putri dan Bintang. Ketiganya balas menghormati kepada pengacara tersebut. Pengacara David lalu menaiki mobilnya yang kemudian melaju meninggalkan kantor polisi.
Neil mengajak Laras ikut masuk ke dalam mobil, namun Laras menolaknya dan mengikuti Putri.
LARAS
Lo naik apa ke sini, Put?
PUTRI
Tuh, Pak Darno.
LARAS
Hah? Tapi Pak Darno nggak laporan ke Papa, kan?
PUTRI
Udah gue wanti-wanti.
Laras menghela nafas lega kemudian tersadar Bintang ada di sisi Putri.
LARAS
Bintang?
BINTANG
Akhirnya sadar juga aku hadir, Ras!
Laras menatap Putri penuh tanya.
PUTRI
Gue yang ngubungin Bintang. Karena lo bilang jangan telpon ➖
(Salah tingkah)
Jadi, gue telpon dia. Dia kan cowok. Siapa tahu lebih berani dari gue?!
Bintang keki menatap Putri.
Putri melengos ketika ditatap Bintang.
Laras naik mobil bersama Putri dan Bintang, sementara Neil mengikuti mobil yang mereka tumpangi.