Cuplikan Chapter ini
Tiga bulan setelah Rumah Harapan dibuka kehidupan di Desa Merah Delima berubah drastis Anak-anak rajin datang untuk belajar dengan guru pensiunan yang sukarela Ibu-ibu berkumpul membuat kerajinan tangan yang hasilnya dijual ke kota Pemuda-pemuda belajar pertukangan kayu dan mulai menerima pesanan dari luar desaBima sendiri memutuskan untuk tinggal menetap di rumah itu Dia mengambil salah satu kamar kecil di lantai atas sebagai kamar pribadinya sementara ruangan lain tetap untuk kegiata