Cuplikan Chapter ini
Bima dan Sari kembali ke rumah Pak Marjo dengan langkah cepat Matahari sudah tinggi di langit tapi udara tetap terasa dingin dan mencekam Desa Merah Delima seperti desa mati Tidak ada anak-anak bermain tidak ada orang tua mengobrol di teras Semua pintu dan jendela tertutup rapat seolah penduduk desa menyembunyikan diri dari sesuatuPak Marjo sedang duduk di teras rumahnya merokok kretek dengan tangan gemetar Wajahnya pucat ketika melihat Bima dan Sari mendekat Ia langsung berdiri da