Cuplikan Chapter ini
Bima menatap sosok kakeknya dengan campuran perasaan takut marah dan tidak percaya Raden Suryono berdiri dengan postur tegap meski tubuhnya transparan Wajahnya tampan namun dingin matanya tajam penuh arogansi Mengenakan beskap hitam yang megah seperti bangsawan Jawa tempo duluKau kau seharusnya sudah meninggal kata Bima dengan suara bergetarSuryono tertawa pahit Aku memang sudah mati cucuku Terbakar hidup-hidup oleh Kartika tahun tujuh puluh lima Tapi jiwaku tidak bisa pergi