Cuplikan Chapter ini
Angin sore yang membawa bau jelaga industri membelai wajah Ana tidak membawa kesegaran melainkan hawa hangat yang kusamAna berdiri di ambang teras depan rumah subsidi nomor 12 Tangannya bertumpu pada tiang kanopi asbes yang catnya sudah mengelupas memunculkan bercak karat cokelatan Di atas kepala langit Cikarang terbentang luas tanpa warna birusebuah hamparan kanvas abu-abu pekat yang tertutup asap buangan pabrik menahan pendaran sinar matahari sore hingga warna sekitar tampak redup se