Cuplikan Chapter ini
Seekor semut hitam sebesar biji wijen bergerak cepat menaiki tepi meja tripleks lalu berhenti tepat di samping piring plastik AnaAna tidak memukulnya Dia membiarkan ujung telunjuknya mengambang dua senti di atas permukaan meja memperhatikan bagaimana semut itu berhenti sejenak menggerakkan antenanya ke udara lalu memanggil tiga semut lain yang keluar dari celah tripleks yang terkelupas Dalam hitungan menit sebaris garis hitam yang rapi dan tanpa putus sudah terbentuk dari lantai semen