Cuplikan Chapter ini
Pukul 0510 WIB Desis nyaring dari trafo utama yang kembali dialiri listrik di ujung gang memecah hening subuh disusul pendaran kaku dari lampu neon dapur yang berkedip dua kali sebelum menyala stabil Cahaya putih dingin itu menerangi setiap jengkal dapur sempit berukuran dua kali dua meter menelanjangi debu yang menempel di dinding batako dan keramik wastafel yang buram oleh kerak sabunAna berdiri membeku di depan bak cuci piring semen yang mengelupas Tubuhnya masih dibungkus daster ka