Cuplikan Chapter ini
Malam itu Elias tidak mencari pelarian dalam lembaran kitab kuno Ia justru berhadapan dengan papan tulis putih yang dingin seolah benda itu adalah cermin bagi kekalutan batinnya Spidol hitam di tangannya bergerak dengan ritme yang ganjil terkadang lebih cepat dari kilatan pikirannya terkadang justru tertinggal di belakang logika yang mulai merayap menjauhi definisi-definisi usangDi atas permukaan putih itu ia menuliskan sebuah aksioma dasar yang selama ini menjadi fondasinyaA non-A