Cuplikan Chapter ini
Malam merayap turun dengan keanggunan yang dingin membawa Elias kembali ke meja yang samaLampu meja berpijar rendah menciptakan lingkaran cahaya yang konsentris di atas permukaan laptopnya yang terbuka Di luar jendela kota berdenyut seperti jantung mekanis yang tak mengenal lelah namun di dalam ruangan ini atmosfernya telah bergeser Bukan karena tempatnya melainkan karena cara Elias menatap baris-baris teks di layarnya Ia tidak lagi sekadar mencari celah untuk menyerang ia sedang m