Cuplikan Chapter ini
Perpustakaan universitas menyambut Elias kembali layaknya ruang pengakuan dosa yang tidak menuntut doa maupun penyesalanDi bawah deretan lampu neon yang menggantung rendah cahaya pucat memantul pada permukaan meja kayu yang telah menjadi saksi bisu bagi ribuan pencarian sebelum dirinya Di balik jendela besar semburat lembayung sore perlahan tenggelam ditelan malam namun di dalam ruangan ini waktu terasa membeku dalam lapisan-lapisan literatur yang stagnanHari ini Elias tidak sedang be