Cuplikan Chapter ini
Malam itu atmosfer terasa hampa seolah-olah angin pun enggan bertiup melewati celah-celah kota Udara diam membeku menciptakan keheningan yang menyesakkan seakan seluruh dunia sedang menahan napasnya sendiriElias duduk mematung di hadapan laptop Layarnya sudah menyala terang namun jemarinya hanya menggantung kaku di atas papan ketik Ada keraguan yang berat dalam setiap inci gerakannya sebuah firasat bahwa langkah berikutnya akan membawanya ke wilayah yang tak bisa ia tinggalkan lagi