Cuplikan Chapter ini
Harapan itu runtuh Senyuman Sinta yang rekah saat menyambutnya ternyata tidak didapatkan Arman Wajah istrinya masih sendu bahkan kian sendu Semakin dongkol hati Arman ketika dia mendapati seorang perempuan tengah duduk di ruang tamu bersama sang istri RosniArman mematung Apa yang terjadi di depan matanya kini bak drama teatrikal Sinta duduk bergeming di sofa Tatapannya kosong dengan mata sembap Jejak-jejak tangisnya masih kentara dari pipi yang basah Sementara itu Rosni bersimpuh