Cuplikan Chapter ini
Sinta menengadah Kedua kakinya genap menapak pada pelataran parkir Suara Dandy yang memberinya ucapan basa-basi agar berhati-hati di jalan menguar begitu saja Seperti debu-debu halus di ataspavingyang tertiup angin Mata Sinta menyipit menatap langit tengah hari Rasa nyeri yang bertandang seenaknya dalan kepala membuat fungsi matanya menjadi aneh Matahari yang biasanya menjatuhkan panas dengan begitu sengit kali ini nyaris menyembunyikan diri di balik arakan awan Siang yang pucatK