Cuplikan Chapter ini
Sinta membayangkan jikalau beton-beton itu akan menimpa tanah lahirnya Tanah penuh kenangan dari nenek moyangnya Baru dia sadari ternyata di dunia ini amatlah susah mendapati manusia yang berteguh hati Menjaga tetap utuh sebuah kampung kecil Tidak membiarkan tangan-tangan taipan serakah merenggutnya dengan dalih menyejahterakan populasi manusia Entah bagaimana kelak Sinta akan bisa berbangga menyebut nama desanya yang asri lagi makmur di depan para sahabat di ibu kota Entah bagaimana p