Cuplikan Chapter ini
Dua jam menjelang tengah hari Hawa dingin masih setia memeluk kampung kecil berjulukan Lembah tersebut Matahari benar-benar didesak untuk terus bersembunyi oleh arak-arakan awan kelabuSinta Perempuan itu tidak sedikit pun merasakan dingin menggigit kulit Gerah justru menyergapnya Satu suluh seakan-akan menyala dalam rongga dada Meliukkan api dan membakar jantungnyaSawah itu sudah menjadi milikku Panjar seratus juta yang aku berikan pada bapakmu adalah bukti tidak terbantahkanArman