Cuplikan Chapter ini
Kampung Lembah mendadak seperti kuburan Mengebumikan manusia-manusia pengkhianat yang tidak tahu terima kasih Pintu-pintu rumah tertutup menjadi tameng persembunyian bagi para pengecut yang hanya tahu cara bersembunyiSinta limbung di lantai rumahnya dengan napas tersengal Pakaiannya nyaris basah oleh keringat Arman yang duduk di sampingnya pun dalam kondisi yang sama Tangannya meremas kuat-kuat map cokelat berisi petisi yang batal dia lemparkan pada kepala desa Mendapati halaman kant