Cuplikan Chapter ini
Sinar matahari telah mengecup gorden jendela kamar Sambil bersandar pada kosen Sinta tersenyum menatap Arman yang sedang menyisir rambut di depan cermin Sehari kemarin wajah laki-laki tercintanya itu terus terlipat tersebab kerisauan yang entah Pagi ini senyumnya telah kembali Begitu hangat hingga hangatnya sisa-sisa cahaya fajar pun tersaingiSampai jumpa besok pagiHati-hatiSyak prasangka terhadap Hasan itu mereka pilih tidak ambil pusing Dari cerita Asenah yang menggebu-gebu perih