Cuplikan Chapter ini
Pintu rumah tertutup pelan setelah Bu Weni pergiSuasana mendadak sunyiIbu masih berdiri di ruang tengah Tangannya terlipat di depan dada pandangannya kosong menatap lantai papan Wajahnya tampak lelah bukan karena pekerjaan tapi karena pikiranBapak menghampiri perlahanBu Bu Weni nagih hutang ya Bu tanyanya pelanIbu menganggukIya Pak katanya akhir bulan ini harus dikembalikan Buat pengobatan suaminyaBapak menarik napas panjangGimana cara ngembaliinnya ya suara Ibu mul