Cuplikan Chapter ini
Ponsel Ayla masih bergetar di tangannya ketika ibu menoleh dari kursi depanHP kamu bunyi Ay kata ibu heran Siapa yang nelpon kok nggak diangkatAyla menelan ludah Ia melirik layar sekali lagi sebelum menjawab pelan nyaris berbisikPak Rahmat BuIbu langsung menoleh lebih penuh Alisnya terangkatPak RahmatAyla mengangguk kecilIbu menghela napas tipis Sini biar ibu aja yang angkatAyla ragu sepersekian detik lalu menyerahkan ponsel itu Jantungnya masih berdebar ketika ib