Cuplikan Chapter ini
Ayla masih berdiri kaku di balik jendela dadanya berdegup cepat Nafasnya tersengal seakan baru saja lari jauh Tadi ia benar-benar mengira Pak Rahmat akan mengetuk pintu rumah merekaNamun langkah kaki itu justru berbelok suara sapa dari seorang ibu-ibu terdengar jelasMau ke mana Pak Rahmat tanya suara dari luar cukup keras hingga Ayla bisa mendengarnya dari dalam rumahMau ke rumah Pak Cecep ada perlu Bu jawab Pak Rahmat dengan nada singkatTak lama derap langkah kakinya maki