Cuplikan Chapter ini
Ponsel di tangan Ka Taopik masih menempel di telinganya Ia melangkah sedikit menjauh dari ambang pintu wajahnya mendadak tegang Ayla yang berdiri tak jauh darinya langsung menangkap perubahan itu Jantungnya ikut berdegup tak karuanBapak mendekat raut wajahnya penuh tanyaKenapa Pik tanyanya pelanKa Taopik mengangkat satu tangan memberi isyarat agar Bapak menunggu Suaranya terdengar rendah saat berbicara dengan Teh Tia di seberang sanaIya Teh gimana sekarangHah drop lagi