Cuplikan Chapter ini
Suasana kontrakan malam itu terasa hening Lampu ruang tengah yang redup memberi bayangan lembut di dinding hanya kipas angin kecil yang berputar pelan menemani Dari kejauhan suara kendaraan di jalan raya masih sesekali terdengar samarDiva sudah lebih dulu terlelap di kasur tipis di sudut ruangan Nafasnya tenang sesekali tubuh mungilnya bergerak kecil Sementara itu Ovi masih duduk di samping adiknya dengan mata terbuka lebar jelas belum bisa tidurBapak yang duduk bersandar di tembok