EXT. HALAMAN ISTANA PRAMBANAN - MALAM
Yodha menghadap Bandung Bondowoso. Yodha membungkukkan badan sebagai tanda hormat. Di tempat tersembunyi, Saka menguping pembicaraan antara Bandung Bondowoso dengan Yodha.
BANDUNG BONDOWOSO
Aku sudah menemui Jonggrang. Dia memintaku untuk melakukan hal yang tidak masuk akal.
YODHA
Apa yang Paduka Jonggrang minta pada Paduka Raja?
BANDUNG BONDOWOSO
Dia memintaku membuat seribu patung pemujaan malam ini juga sebelum matahari terbit. Permintaan yang sangat tidak masuk akal.
Aku tahu Jonggrang menginginkan kegagalanku, tapi aku tidak boleh gagal setelah sampai sejauh ini.
YODHA
Lalu apa rencana Paduka?
BANDUNG BONDOWOSO
Untuk apa aku memanggilmu jika aku sudah memiliki rencana? Kau sebagai penasihat utama Kerajaan Pengging seharusnya tahu bagaimana cara memecahkan masalah.
YODHA
Kenapa tidak kau tanyakan pada Oswara? Bukankah dia adalah tangan kananmu.
BANDUNG BONDOWOSO
Aku kenal dia seperti aku mengenal diriku. Dia tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau kau tidak bisa membantu, silakan kau pergi dari sini.
YODHA
Tentu saja hamba bisa membantu Paduka.
BANDUNG BONDOWOSO
Bagaimana caranya? Apakah kau mengenal seorang penyihir hebat yang bisa mewujudkan keinginan Jonggrang?
YODHA
Ada satu yang bisa membantu paduka. Ia lebih sakti dari penyihir manapun di dunia ini. Tetapi bayarannya akan sangat mahal.
BANDUNG BONDOWOSO
(bingung)
Aku tidak peduli seberapa mahal bayarannya. Cepat kau panggil orang itu, segera!
YODHA
Permisi, Paduka.
Yodha mengeluarkan sebuah kitab. Pada sampulnya terukir diagram sihir. Kemudian Yodha membuka kitab sambil merapal mantra.
BANDUNG BONDOWOSO
Apa yang kau lakukan, Yodha?
YODHA
Wahai tabir yang maha daya...
Pelindung dunia gelap...
Yang menjembatani antara kekal dan fana...
TERBUKALAH!
Kitab itu bersinar dengan sangat terang. Tiba-tiba muncul petir yang menyambar-nyambar di langit malam. Angin bertiup sangat kencang. Langit terlihat seperti terbelah lalu muncullah sosok yang sangat menakutkan. Dia adalah Iblis.
Bandung Bondowoso terkejut. Saka yang tengah bersembunyi juga ikut terkejut.
YODHA
Perkenalkan, bala bantuan terkuat kita. Raja Iblis.
BANDUNG BONDOWOSO
(terkejut)
Bagaimana kau bisa memanggil makhluk itu? Siapa kau sebenarnya Yodha?!
YODHA
(tersenyum)
Silakan, Paduka.
IBLIS
Untuk apa kau memanggilku?
YODHA
Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.
IBLIS
(melirik ke arah Bandung Bondowoso)
Kau?!
BANDUNG BONDOWOSO
B-Bandung Bondowoso, Raja Pengging. Aku ingin meminta bantuanmu.
IBLIS
Katakan bantuan apa yang kau inginkan!
BANDUNG BONDOWOSO
Jonggrang menginginkanku membuat seribu patung pemujaan dalam satu malam sebagai pembuktian bahwa aku masih mencintainya. Aku ingin kau membantuku mewujudkannya sebelum langit timur bercahaya.
IBLIS
(tertawa)
Bandung Bondowoso yang merasa hebat dan sakti ternyata tidak bisa mengabulkan keinginan kekasihnya sendiri.
BANDUNG BONDOWOSO
Jangan basa-basi! Katakan saja apakah kau bisa membantuku atau tidak!
IBLIS
Tentu saja aku bisa! Jadi, apa penawaranmu?
BANDUNG BONDOWOSO
Penawaran?
YODHA
Jer basuki mawa beya. Paduka harus membayar untuk apa yang Paduka inginkan.
BANDUNG BONDOWOSO
Berapa banyak uang dan emas yang kau inginkan?
IBLIS
Apa aku terlihat seperti kalian para manusia yang memperebutkan uang dan emas?! Aku adalah iblis, sepertinya cukup jelas dari penampilanku.
YODHA
Dia membutuhkan sesuatu yang berbeda, Paduka.
BANDUNG BONDOWOSO
Kalau begitu katakan saja permintaanmu!
IBLIS
Dengarkan aku baik-baik, Bandung Bondowoso! Kau akan mendapatkan hati Roro Jonggrang dengan patung-patung itu. Sebagai gantinya, aku menginginkan jiwa rakyat Prambanan yang sudah lahir dan yang akan lahir di bumi Prambanan untuk menjadi budakku selamanya.
BANDUNG BONDOWOSO
Apa maksudnya?
YODHA
Orang-orang Prambanan akan hidup seperti biasa, tetapi jiwa mereka akan menjadi milik iblis ini. Itu artinya setelah mereka mati, jiwanya tidak akan pergi ke tempat di mana para arwah berada tetapi mereka akan menjadi budak iblis selamanya.
Bandung terkejut, mulai ragu. Saka yang masih ikut bersembunyi mulai tidak sabar.
IBLIS
Jika kau tidak mau, Bandung, aku harus pergi sekarang. Ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan!
YODHA
Mohon cepat putuskan, Paduka! Kita tidak memiliki waktu lagi!
Saka muncul dari persembunyiannya.
SAKA
Jangan Paduka! Bukankah Paduka Ratu Jonggrang selalu menginginkan rakyat Prambanan hidup dalam damai?
BANDUNG BONDOWOSO
(terkejut)
Saka?!
SAKA
Tolong, pikirkan baik-baik, Paduka. Ini adalah kesempatan terakhir Paduka untuk dapat meyakinkan Paduka Jonggrang. Jika Paduka memilih jalan yang salah, maka tak ada yang berubah. Semua yang telah Paduka lakukan akan sia-sia, dan Paduka Jonggrang akan-
YODHA
Paduka Ratu tidak akan tahu soal ini. Yang Tuan Putri lihat nantinya hanyalah kedamaian ketika mereka masih hidup. Bukankah yang lebih penting adalah mendapatkan hati Paduka Jonggrang?
SAKA
Hentikan semua omong kosongmu, Yodha keparat!
BANDUNG BONDOWOSO
Diam kalian semua!
(bicara pada iblis)
Cepat kerjakan apa yang harus kau kerjakan sebelum matahari muncul di langit timur, dan kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan!
IBLIS
(tertawa)
Kontrak telah dibuat! Kau telah memintaku, maka sebaiknya kau menepati janjimu!
SAKA
Paduka!
Langit kembali dipenuhi dengan petir. Langit malam kembali terbelah dan kali ini ribuan makhluk menyeramkan muncul. Mereka adalah para budak iblis yang mulai membangun patung pemujaan.
YODHA
Apa yang sudah tertulis memang seharusnya terjadi. Kau adalah seorang ajudan, lebih baik kau menjaga Paduka Ratu dan bukannya mencampuri urusan kami orang-orang Pengging!
Saka yang marah, tiba-tiba mengeluarkan batu berwarna merah yang dalam sekejap berubah menjadi dua mata pedang. Iblis tampak sangat terkejut. Bandung Bondowoso bingung dengan apa yang terjadi di hadapannya.
BANDUNG BONDOWOSO
Senjata apa itu?!
IBLIS
Apa kau tidak tahu batu apa itu? Tidak kusangka benda itu ada di sini. Siapapun temanmu itu Bandung, dia sangat berbahaya!
Saka bersiap menyerang. Matanya terlihat sangat garang.
SAKA
Aku akan menghentikanmu dan anak-anak buahmu, Iblis!!!
IBLIS
(mulai takut)
Grrrrr.....
BANDUNG BONDOWOSO
Siapa kau sebenarnya?
CUT TO: