Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
** Chapter 19 **
INT . Rumah Rara Alvin . Ruang tengah . Day .
Beberapa hari setelah peristiwa permainan piano Rara yang membuat terkejut ...
Karna libur panjang sekolah Rara dan alvin terkadang hanya tinggal di rumah .
Rara dan alvin duduk di sofa sambil menonton televisi .
Alvin
Kau terlihat senang akhir akhir ini .
Rara
Tentu saja . Aku merasa seakan hidupku yang dulu sudah kembali .
alvin
Apa segitunya kau menyukai piano ?
Rara
Ya . Aku bermain piano sejak kecil . Bagiku piano adalah segalanya bagiku .
alvin
Tapi sepertinya aku tidak tahu tentang itu , kau juga tidak pernah bermain sebelumnya .
Rara
Karna papahmu membecinya .
Alvin
Om Andre , kenapa ?
Rara
Kakak pertama ku meninggal karna sebuah insiden yang berhubungan dengan piano . Dia mengalami stress berat karna karir musiknya saat itu menurun . Di tambah banyak cacian dan hinaan yang terus tertuju padanya bahkan ia terkadang diikuti seseorang yang membuatnya selalu cemas . Karna nya kakakku melakukan hal yang tidak pernah kami duga .... Itu sebabnya ayahku benci ketika aku bermain piano .
Alvin
Maaf , seharusnya aku tidak bertanya .
Rara
Bukan masalah , kejadiannya juga sudah sangat lama . Ngomong - ngomong aku pengen bikin bakpao deh , beliin bahannya dong .
Alvin
Bikin segala , tinggal beli ajah kali di luar juga banyak yang jual .
Rara
Bakpao buatanku itu beda , kau pasti juga bakal ketagihan kalo udah nyoba .
Alvin
Bakpao ya bakpao apa bedanya .
Rara
Jadi kau gak mau nih , yaudah kalo gitu aku bisa keluar sendiri walau kakiku masih sakit .
Alvin
Tetap disini , aku yang akan keluar .
Rara
( Tersenyum puas )
Gitu dong . Jangan lupa beli coklat batang sama keju buat isiannya .
Alvin
Pergi ke mini market .
Kaki Rara terluka sebab terjatuh karna Raka yang tidak sengaja menjatuhkan sabun di kamar mandi dan lupa membersihkannya yang membuat lantainya menjadi licin akibatnya Rara terjatuh menyebabkan kakinya terkilir .
Rara
Rara bermain permainan di hp nya sambil menunggu Alvin yang masih belum kembali . Lalu tiba tiba ponselnya berdering memperlihatkan Sisil yang menelpon .
Rara
Halo kak , ada apa tumben kakak nelpon .
sisil
Jangan ada di rumah hari ini , ajak Alvin pergilah kemanapun kalian mau .
Rara
Ada apa kak ? Kakak terdengar cemas .
Sisil
Apa kau belum melihatnya ? Vidiomu viral di internet .
Rara
Vidio apa kak ?
Sisil
Lihatlah sendiri . mamah sama papah tadi nelpon kakak , mereka juga melihatnya , mungkin mereka sedang menuju kesana sekarang .
Rara
Tunggu sebentar kak aku akan memeriksanya .
Rara mencari kabar terbaru di hp nya dan ternyata itu adalah Vidionya saat bermain piano waktu itu .
Apa ini ? Apa seseorang merekam dan mempostingnya ?
Sisil
Itu tidak penting , sekarang keluar dan menjauh dulu dari rumah . Kakak benar benar khawatir, kau tahu sendiri sifat papah saat kau berhubungan lagi dengan piano kan .
Rara
Tapi Alvin mungkin masih di mini market sekarang .
Sisil
Kalo gitu susul dia sekarang .
Rara
Tidak kak , aku akan tetap di sini .
Sisil
Apa yang kau katakan ? Cepat keluar dan turuti kakak .
Rara
Aku sudah lelah hidup seperti ini kak , biarkan saja papah kesini aku akan menghadapinya . Aku hanya ingin bermain piano seperti keinginanku aku tidak ingin lagi terkekang dengan ucapannya .
Sisil
Kita bisa memikirkan hal itu lagi nanti .
... Bel pintu berbunyi ...
Rara
Sepertinya mereka sudah datang kak . Sampai nanti aku akan menghubungi kakak lagi nanti .
Sisil
Tunggu , dengarkan aku dulu....
Rara mengakhiri dan menutup telponnya . Ia berjalan untuk membukakan pintu .
Begitu Rara membuka pintu ia melihat Andre dengan wajah penuh amarah dengan dara di sebelahnya yang berusaha menenangkannya .
Andre langsung menarik tangan Rara agar masuk lebih jauh dan menutup pintunya .
Rara
( Sedikit takut )
Pah .
Andre
( Marah )
( Menampar Rara )
Pah ? Apa kau masih bisa menyebutku papah . Sudah ku bilang jauhi piano . Kenapa kau tidak menurutiku dan malah masih bermain .
Rara
Aku sangat suka piano pah , tolong jangan menyuruhku berhenti . Aku tidak bisa melakukannya .
Andre
Apa kau tidak ingat apa yang terjadi pada kakakmu . Apa kau ingin sepertinya .
Rara
Tolonglah mengerti pah , aku bukanlah kak willi . Aku tidak akan sepertinya .
Andre
Willi juga mengatakan itu dulu , tapi apa .. apa yang ia lakukan . Dia malah meninggalkan kita semua .
Dara terus menangis mengingat putranya willi yang sudah meninggal .
Andre terus memarahi Rara habis - habisan walaupun Rara berusaha membela dirinya sendiri .
INT . Mini market . Day .
Telpon Alvin tiba - tiba berdering saat ia sedang berbelanja yang memperlihatkan Sisil yang menelpon .
Alvin
Halo kak . Aku sedang di luar kak , kalo kakak cari Rara dia ada di____
Sisil
( Nada panik )
Kembali kerumah sekarang juga .
Alvin
Kakak terdengar panik , ada apa kak?
Sisil
Kembalilah dulu kakak akan segera menyusul .
Alvin
Tapi ada apa kak ?
Sisil
Ayah mertuamu ada disana sekarang , dia pasti sedang memarahi Rara .
Alvin
Alvin langsung sadar apa yang di maksud Sisil . Ia tak peduli lagi dengan belanjaanya dan langsung berlari menuju rumahnya .
INT . Rumah Rara Alvin . Day .
Rara dan ayahnya masih terus bertengkar . Kedua pipi Rara bahkan sudah merah karna tamparan ayahnya .
Alvin akhirnya tiba di pintu dengan nafas ter engah - engah dan melihat Rara yang sudah menangis dengan pipi merah . Ia langsung berlari ke depan Rara saat Andre hendak menamparnya lagi .
Andre
( Terkejut )
Kau ...
Alvin
( Menatap Rara )
Kau baik - baik saja ?
Rara
Bagaimana kau bisa____
Alvin
Tetap di belakangku , aku yang akan bicara pada om Andre .
Rara
Tapi..
Alvin
( Tersenyum )
Jangan khawatir , aku akan mencoba bicara padanya .
Andre
Minggir , om harus menasehati anak om yang tidak mau menurut itu .
Alvin
( Memasang wajah serius )
Sudah cukup om .
Andre
Om bilang minggir.
Alvin
Apa om memarahinya sampai seperti ini hanya karna dia bermain piano ?
Andre
Kau tidak tahu apa apa tentang ini Jadi minggirlah .
Alvin
Apa salahnya dengan bermain piano ? Apa om takut Rara akan sama seperti kakaknya dulu ?
Andre
Dari mana kau mengetahui nya ? Pasti anak itu yang mengatakannya ya ..
Alvin
Benar om Rara sudah mengatakan semuanya padaku . Dan apa salahnya jika dia ingin bermain piano ? Itu adalah kebebasannya kita tidak bisa melarangnya melakukan apa yang dia inginkan .
Andre
Aku adalah ayahnya aku berhak atas dirinya .
Alvin
( Alvin mulai kesal )
Jika om menyangkutkan hal itu berarti aku lebih berhak atas dirinya saat ini karna aku adalah suaminya .
Andre
Diam tidak bisa membalas perkataan Alvin .
Alvin
Rara lebih berani dan lebih kuat dari yang om kira .
Andre
( Emosi Andre mulai mereda )
Apa kau bisa menjamin kalau ia tidak akan jatuh ? Apa kau bisa menjamin kalau ia akan sukses ? Tidak kan !
Alvin
Mungkin ia akan terjatuh lalu bangkit lagi terjatuh lagi , namun satu hal om yang akan saya janjikan . Saya akan selalu di sisinya , saya akan membantunya bangkit ketika ia terjatuh , saya akan selalu di sisinya ketika ia terpuruk , ketika ia lelah , ketika ia membutuhkan seseorang di sisinya . Saya tidak akan membiarkan dia melakukan hal hal yang akan ia sesali nantinya .
Andre terdiam mendengar kata kata Alvin .
Andre
( Menatap Rara )
Apa kau sungguh ingin tetap bermain walau banyak rintangan yang menantimu di depan sana ?
Rara
( Jawabnya tegas )
Iya pah .
Andre
Baiklah , papah akan membiarkanmu bermain untuk saat ini . Tapi ingatlah ... Ini bukanlah izin tapi peringatan . Jika kau sampai jatuh dan berpikir untuk tidak bangkit lagi , kau benar benar tidak akan papah izinkan bermain lagi .
Rara
Aku mengerti pah .
Andre
Dan kau Alvin . Kau harus menepati janjimu .
Alvin
Pasti om .
Andre dan dara pulang setelah mengizinkan Rara bermain piano mulai hari ini . Dara tersenyum pada Rara saat mereka hendak keluar .
Sisil datang tepat setelah Andre dan dara keluar , namun mereka tidak bicara apapun dan langsung pergi setelah melirik Sisil sebentar .
Sisil masuk ke rumah dan melihat Rara yang sudah duduk di sofa sambil mengompres wajahnya dengan es batu .
Sisil
Kau baik baik saja ? Apa yang papah lakukan padamu ? Wajahmu merah , berapa kali dia menamparmu ?
Rara
Bukannya sedih atau kesal Rara malah tersenyum senang membuat Sisil heran .
Sisil
Ada apa ? Kenapa kau malah tersenyum setelah semua yang terjadi .
Alvin
Om Andre mengizinkannya bermain piano mulai sekarang kak .
Sisil
Benarkah ? Bagaimana bisa ?
Rara
Rara hanya tersenyum terlihat sangat senang .
Sisil
Yaudah , syukurlah jika itu yang terjadi , aku juga ikut senang .
Rara
( Rara sedikit cengengesan)
Apa kak Sisil buru buru kesini sampe pake sendal beda gitu ?
Sisil melihat ke bawah memperlihatkan kakinya yang memakai sendal yang berbeda membuatnya sedikit malu .
Sisil mengobrol beberapa lama di sana namun karna hari mulai gelap ia pamit untuk pulang .
Sisil
Istirahatlah,kakak harus pamit sekarang .
Rara
Ya . Terimakasih Karna sudah datang kak .