Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Lamar Hati (Script)
Suka
Favorit
Bagikan
8. Scene 55 - Scene 78

55, EXT. JALAN RAYA - SEBRANG JALAN GANG SENGGOL GELONDONG - DAY

Noval menyerusuri jalan. Pandangannya lurus ke depan. Ia hendak menemui teman-temannya. Tak sengaja Noval melihat Aini yang habis pulang sekolah. Aini terdiam di depan Gang Senggol Gelondong. Noval tetap berlalu. Noval melanjutkan perjalannnya.

Beat.

CUT TO.

56, EXT. JALAN RAYA - DEPAN GANG SENGGOL GELONDONG - DAY

Aini terdiam. Ia melihat kondisi Gang Senggol Gelondong yang terlihat seperti Gang pada umumnya. Beat.

57, AINI (V.O.)

Di Gang ini Noval tauran. Tapi kenapa aku masih meragukan? Rasanya mustahil anak seperti Noval ikut tauran. Ohhh tidak. Ada apa dengan mu Aini. Jangan baper. Inget kamu tuh musuh nya Noval. Jadi jangan bersimpati dengannya.

Aini kembali melanjutkan perjalanan pulangnya.

CUT TO. 

58, EXT. LAHAN KOSONG - MARKAS GENG XTR - DAY

Noval melihat keadaan sekitar. Hanya ada drum besar yang tersusun rapih, Ring basket yang dingin, Rumah pohon yang tak berpenghuni. Noval naik ke rumah pohon. Noval memastikan keberadaan teman-temannya. Noval duduk di atas rumah pohon. Ia melihat jam tangannya.

Beat.

59, 

NOVAL

Pada pergi kemana mereka jam segini? Biasanya juga udah pada ngumpul. Harus kemana aku sekarang?

CUT TO.

60, INT. RUMAH AINI - RUANG TENGAH - DAY.

Adik perempuan Aini bernama Lintang (7 th) sedang bermain dengan dua bonekanya. Sedang. Langit (7 th) sedang bermain mobil-mobilan tak jauh dari tempat Lintang bermain. Ibu Aini sedang memasak di dapur. Suara irusan terdengar sampai ruang tengah. Aini masuk ke dalam ruang tengah.

Beat.

61, 

AINI

Assalamualaikum 

LINTANG DAN LANGIT

Waalaikumsalam

LINTANG 

Ehhh ka Aini sudah pulang.  Maaaahhh!! Ka Aini dah pulang.(berteriak)

CUT TO.

62, INT. RUMAH AINI - DAPUR - DAY

Ibu Aini sedang memasak. Ia sibuk memotong wortel dan bawang.

IBU AINI

Ohhh Kaka. Tolong bantu ibu nak!!

INTERCUT TO.

63, INT. RUMAH AINI - RUANG TENGAH - DAY.

Aini menaru sepatunya di rak sepatu yang berada tak jauh dari lemari kayu.

AINI

Oke deh bu.

CUT TO.

64, INT. RUMAH AINI - DAPUR - DAY

Ibu Aini masih memasak. Kali ini ia memanaskan air di dalam panci kecil.

IBU AINI

Tapi ganti seragam mu dulu ya ka. Jangan memakai seragam saat bantu ibu masak. Nanti seragam mu kotor.

CUT TO.

65, INT. RUMAH AINI - RUANG TENGAH - DAY.

Aini hendak pergi ke dapur.

AINI 

Siap bos Kyuuu.

66, Aini memutar arak ke arah kamarnya. Aini mengambil kembali tas sekolahnya yang tadi ia lempar di atas bangku. Adiknya Lintang menghentikan langkahnya. Berdiri di depan Aini.

LINTANG

Kaa tunggu. 

AINI

Ada apa?

LINTANG

Ka nanti tolong bantu Lintang mengerjakan PR lagi ya ka. (malu-malu)

AINI

Oke. Dah sana lanjut main lagi. (tersenyum)

67, Lintang tersenyum girang. Ia berlalu pergi. Ia bermain boneka lagi. Lalu Langit datang menarik tangan Aini dengan lembut dan perlahan.

LANGIT

Ka. (sambil menarik tangan kiri Aini)

AINI

Iya?

LANGIT

Bantuin PR Langit juga ya ka. (muka melas/imut)

AINI

Oke siap Dekusay. Dah sana main mobilan lagi gih. (senyum)

LANGIT

Makasih ka. (nyengir)

68, Langit pun lanjut bermain dengan mobilannya. Aini melihat adik-adiknya bermain.

AINI (V.O.)

Setidanya aku punya adik-adik yang lucu. Tidak sendirian seperti… Ahh sudah ah.. Ibu sedang menunggu ku.

69, Secepat kilat Aini mengganti pakaiannya dan lanjut membantu Ibunya memasak. Aini memiliki keluarga yang sangat harmonis. Dari sekotak rumah yang sangat sederhana tersimpan banyak kebahagiaan itulah Rumah Aini.

CUT TO. 

70, INT. RUMAH AINI - DAPUR - DAY.

Ibu Aini menyuruh Aini untuk mencicipi sub buatannya. Aini mencicipi dengan sendok kecil. 

Beat.

AINI

Sangat enak bu.

71, Ibu Aini tersenyum puas.

AINI

Bu hari ini Ayah pulang jam berapa?

IBU AINI 

Emmm. Sepertinya Ayah mu hari ini tidak pulang. 

AINI

Kenapa?

IBU AINI

Akhir-akhir ini Ayah mu sedang mengerjakan proyek besar. Dan tenggang waktunya sangat urgent.

CUT TO.

72, EXT. JALAN RAYA - PINGGIR JALAN - NIGHT.

Noval masih menerusuri jalan. Noval terus berfikir. Terkadang ia berjongkok (merasa kram karna kelamaan berjalan) lalu berdiri lagi. Noval teringat akan kata-kata penjual cendol keliling.

FLASHBACK TO NOVAL.

73, EXT. LAHAN KOSONG - MARKAS GENG XTR - DAY

Noval turun dari rumah pohon. Tak lama tukang cendol lewat. Noval pun menghentikan tukang cendol.

Beat.

NOVAL

Bang mau satu.

CUT TO.

74, EXT. LAHAN KOSONG - MARKAS GENG XTR - DAY

Noval masih memakan cendol. Tukang cendol duduk di dekatnya. Tak lama Noval menanyakan sesuatu ke tukang cendol. Beat.

75, 

NOVAL

Bang. Saya mau nanya? Kira-kira abang tau? Kemana Anak-anak XTR?

TUKANG CENDOL

Saya gak tau dek. Tak tirain kamu tau. Kamu bukannya temanya XTR?

NOVAL

Iya (bingung) Lupakan deh bang. (lanjut makan cendol)

TUKANG CENDOL

Tunggu dulu…..

76, Tukang cendol mengingat-ingat.

TUKANG CENDOL

Kalo gak salah. Tadi ada mobil hitam berhenti di sini (mengisyratkan tempat mobil hitam berhenti) lalu ada seseorang keluar dari mobil keliatanya kaya bos besar gitu. Nah si bos itu nyamperin anak-anak XTR. 

NOVAL

(bingun) Beneran bang? Abang liet wajah bos besarnya gak?

TUKANG CENDOL

Saya gak ngeliet dek. Wajahnya agak kehalang sama anak-anak XTR. Soalnya habis itu. Si bos besar ngajak anak-anak XTR pergi bareng si bos.

77, NOVAL (V.O.)

Hemmm. Si bos itu siapa ya? Jangan-jangan Bapak lagi? Eh gak mungkin si. Mobil bapak kan gak besar-besar amat. Tunggu dulu. Anak-anak XTR gak bakal ikut semudah itu kan? (curiga)

78, 

NOVAL

Pak. Anak-anak XTR ko mau ya ikut sama bos itu?

TUKANG CENDOL

Lahhhh mana saya tau. Saya kan bukan anak XTR dek.

NOVAL

Betul juga.

AND TO FLASHBACK TO NOVAL.

Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Tidak ada komentar