Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
FADE IN:
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - KAMAR LUKMAN - PAGI
Lukman (23 tahun) tiduran menyamping menghadap tembok, menggunakan earphone, sesekali ia memutar-mutar colokan earphonenya. Suara lagu yang terdengar di earphone nya terdengar kurang jelas dan kadang hilang timbul suaranya.
Lukman pucat dan kumal, terdengar dari luar pintu kamar Lukman digedor, terdengar suara Siti (56 tahun), ia berkata dengan suara keras,
SITI (O.S)
Lukman tidak bergerak, ia menutupi separuh kepala dengan bantal, mata Lukman terpejam, suara lagu dari earphone yang kadang hilang timbul terdengar oleh penonton.
Siti membuka pintu, masuk kamar, ia menggoyang-goyangkan tubuh Lukman.
SITI (CONT’D)
(menggoyang-goyangkan tubuh Lukman)
LUKMAN
(mata terpejam)
SITI
LUKMAN
Tubuh Lukman perlahan mulai berkeringat, Siti mengelap keringat Lukman dengan dasternya.
SITI
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG MAKAN - PAGI
Lukman memakan telur ceplok dengan perlahan, tubuhnya berkeringat deras, ia menyuap ke mulutnya dengan pelan nasi yang sudah dibumbui kecap dan juga potongan telor ceplok ke mulutnya.
Samsul (59 tahun) memandangi Lukman dengan marah sekaligus sedih, ia berkata,
SAMSUL
Lukman bangkit berdiri.
SAMSUL (CONT’D)
Samsul melanjutkan:
SAMSUL (CONT’D)
Lukman kembali duduk kemudian menyendok nasi kecap yang bercampur telur ceplok.
Siti datang dari arah kamar, ia memakai sarung tangan dan helm, helm yang dikenakan berisi tambalan disana-sini, Lukman melirik helm yang dikenakan ibunya, raut wajah Lukman sedih, Lukman kembali menyantap nasi kecap dan ceplok telur.
SITI
SAMSUL
Siap!
SAMSUL (CONT’D)
Lukman terdiam dan menyuap sisa nasi yang sudah hampir habis ke mulutnya. Samsul dan Siti melangkah keluar rumah.
JUMP CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG SANTAI - PAGI
Lukman membaca Injil, ia membolak-balik halaman, ia membaca serius beberapa ayat. Tiba-tiba pintu diketuk, Lukman cemas, reaksinya ketakutan, dadanya berdegup sangat kencang, keringat mencucuri tubuhnya.
Terdengar suara Mpok Wati (46 tahun) dari luar,
MPOK WATI (O.S)
Lukman diam, ketakutan, mulutnya merapal, berdoa.
MPOK WATI (CONT’D) (O.S)
Mpok Wati terus memanggil, beberapa belas detik kemuidan suara Mpok Siti tidak terdengar lagi. Lukman menarik nafas lega, ia melanjutkan membolak-balik serta membaca ayat-ayat Alkitab.
JUMP CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG SANTAI - PAGI
Terdengar suara motor honda beat yang dimatikan, Lukman cemas, nafasnya terengah-engah, beberapa detik kemudian suara Mpok Wati terdengar.
MPOK WATI (O.S)
SITI (O.S)
Terdengar suara pintu terbuka, Lukman memejamkan mata, berdoa. Siti memperhatikan dan memelototi Lukman sambil berlalu menuju dapur.
Lukman menunduk dan ketakutan, dua menit kemudian Siti membawa saringan dan keluar rumah.
SITI (CONT’D) (O.S)
MPOK WATI (O.S)
SITI (O.S)
Raut Lukman makin cemas. Kemudian terdengar Siti memanggil.
SITI (CONT’D) (O.S)
Lukman bangkit berdiri, ia melangkah disertai kecemasan, ia mengambil helm di meja, memakainya, kemudian berjalan keluar rumah.
CUT TO:
EXT. JALAN RAYA - DI MOTOR - PAGI
Lukman membonceng dan memegang erat perut ibunya, ia menunduk. Siti menasehati Lukman.
SITI (CONT’D)
Lukman terdiam dan menunduk. Ia melamun, lamunan Lukman pecah oleh bentakan Siti.
SITI (CONT’D)
(nada gemetar menahan tangis)
(nada makin gemetar)
Lukman masih menunduk, penonton tidak bisa dengan jelas melihat raut wajahnya.
Dengan suara lirih dan gemetar Lukman membalas,
LUKMAN
Siti menjawab dengan nada ketus,
SITI
LUKMAN
SITI
Kemudian Siti melanjutkan kata-katanya:
SITI (CONT’D)
Lukman diam dan menunduk.
CUT TO:
EXT. DI DEPAN GEDUNG ASTRA MOTOR - PAGI.
Sepeda motor yang dinaiki Siti dan Lukman tepat berhenti di pintu gerbang Astra Motor, P.O.V pemandangan yang luas dari halaman dan gedung Astra Motor dishot secara Establish Shoot. Terlihat di dalam para karyawan Astra sedang mengerjakan tugasnya, dua orang pria sedang mengobrol dengan bapak-bapak, seorang sales promotion girl sedang membagikan brosur kepada seorang ibu-ibu yang membawa anak kecil, brosur diterima oleh anak kecil. Seorang administrator pria sedang menguap dan mengipas-ngipas tengkuknya dengan tangan. Beberapa montir sedang duduk-duduk dan mengobrol.
SITI
Lukman melihat isi gedung Astra Motor.
SFX: Suara motor terdengar dan berlalu menjauh.
Lukman terdiam mematung, ia memandang Astra Motor dan orang-orang yang beraktifitas di dalamnya.
Tiba-tiba Lukman melihat seorang montir yang membuat tanda seperti mengires leher dengan tangannya kemudian tertawa, Lukman ketakutan, ia memejamkan mata dan menunduk, penonton bisa menghitung bahwa Lukman memejamkan mata dan menunduk selama 45 detik. Nafas Lukman berat.
Pundak Lukman ditepuk, Lukman terkejut dan segera menoleh ke arah yang menepuknya. Wahyudin (19 tahun) tersenyum dan menyapa ramah Lukman.
WAHYUDIN
Dengan terbata-bata Lukman menjawab,
LUKMAN
WAHYUDIN
Wahyudin menepuk pundak Lukman kembali.
WAHYUDIN (CONT’D)
(berlari kecil)
Lukman berlari mengikuti Wahyudin yang berlari kecil menuju gedung Astra Motor. Dan,
INT. ASTRA MOTOR - LOBBY - PAGI
Sambil berlari mengikuti, Lukman bertanya dengan suara lirih,
LUKMAN
Wahyudin bertanya,
WAHYUDIN
Lukman menjawab dengan suara sangat keras karena panik.
LUKMAN
Wahyudin kaget. Ia menjawab sambil tertawa.
WAHYUDIN
Wahyudin menunjuk tas yang digendong Lukman.
WAHYUDIN (CONT’D)
Wahyudin menunjuk ke ruangan jauh di belakang.
WAHYUDIN (CONT’D)
(tertawa dan berlalu pergi)
Lukman diam, ia memandangi Wahyudin yang berjalan dengan masih tertawa, kamera close up ke Lukman, suara tertawa Wahyudin berputar-putar di kepala Lukman, wajah Lukman cemas, kemudian pandangannya teralih ke ruang HRD. Ia deg-degan, degup jantungnya kencang, lalu seorang montir kurus gondrong memanggil-manggil Lukman.
MONTIR KURUS GONDRONG
Lukman masih bengong lalu pundaknya ditepuk montir kurus dan gondrong.
MONTIR KURUS GONDRONG (CONT’D)
LUKMAN
Dengan logat jawa banyumasan kental montir kurus gondrong tersebut reflek menjawab.
MONTIR KURUS GONDRONG
Montir tersebut melanjutkan,
MONTIR KURUS GONDRONG (CONT’D)
LUKMAN
(terbata-bata)
MONTIR KURUS GONDRONG
(Menepuk pundak Lukman)
Lukman berjalan ke ruang HRD, ia gugup, langkahnya gemetaran, kamera menshot secara total shot, montir kurus gondrong keheranan dengan gerak-gerik Lukman.
Saat berjalan tiba-tiba pundak Lukman ditepuk lagi oleh montir kurus gondrong, Lukman kaget bukan main, ia menoleh perlahan, montir kurus gondrong tidak ada di belakangnya, Lukman menunduk, Wahyudin menepuk pundak Lukman, saat menoleh, Lukman melihat Wahyudin sedang mengobrol dengan rekan-rekannya.
Lukman sampai di depan pintu HRD, ia mengetuk pintu dengan lirih, tidak ada jawaban dari dalam. Lukman kembali mengetuk, tidak ada suara jawaban dari dalam.
Lia (24 tahun) SPG yang sedang berdiri melihat tingkah laku Lukman, Lia pun berkata,
LIA
Lukman kaget, ia refleks mengetuk pintu dengan keras, beberapa detik kemudian Suswandi (53 tahun) mempersilakan Lukman masuk.
SUSWANDI (O.S)
INT. ASTRA MOTOR - RUANG KEPALA HRD - PAGI
Suswandi menatap Lukman yang berjalan gugup ke arahnya, Lukman berjalan cepat sambil menggaruk pinggangnya berulang-ulang.
SUSWANDI (CONT’D)
Lukman duduk dan sambil masih menggaruk pinggangnya ia menjawab,
LUKMAN
SUSWANDI
(mengajak Lukman bersalaman)
Lukman terbata-bata menjawab dan kaget melihat uluran bersalaman dari Suswandi, Lukman kemudian menyalami Suswandi dengan gugup, dan menjawab,
LUKMAN
Suswandi tersenyum.
SUSWANDI
LUKMAN
(mengangguk)
SUSWANDI
Lukman kaget, ia memejamkan mata, kata-kata tak jelas keluar dari bibir Lukman.
Suswandi memperhatikan Lukman, Lukman berkeringat. Tiba-tiba Suswandi bertanya,
SUSWANDI (CONT’D)
Dengan berat Lukman menjawab:
LUKMAN
SUSWANDI
LUKMAN
SUSWANDI
LUKMAN
SUSWANDI
LUKMAN
SUSWANDI
Lukman kaget, ia shock.
LUKMAN
(suara gemetar)
SUSWANDI
Lukman hanya terdiam dan menunduk, tubuhnya gemetaran dan kejang, Suswandi berdiri, ia mendekati Lukman yang sudah kejang dan mengelus-elus serta memijat-mijat pundak Lukman.
SUSWANDI (CONT’D)
Suswandi berlalu pergi, terdengar suara langkah Suswandi keluar dan menutup pintu, kamera fokus pada Lukman yang sangat kelelahan dan memejamkan mata, kemudian terdengar Suswandi berkata,
SUSWANDI (CONT’D) (O.S)
LIA (O.S)
SUSWANDI (O.S)
LIA (O.S)
SUSWANDI (O.S)
LIA (O.S)
SUSWANDI (O.S)
LIA (O.S)
SUSWANDI (O.S)
LIA (O.S)
CUT TO:
EXT. DI DEPAN GEDUNG ASTRA MOTOR - PAGI.
Wajah Lukman pucat, ia berjalan lunglai, sambil memegang erat tasnya ia menunduk.
Ia menatap ke depan, ia terkejut, di tengah-tengah halaman Astra Motor dilihatnya Samsul sedang duduk di kursinya dan membaca koran sedangkan Siti memegang sapu lidi.
Terlihat dan terdengar jelas Siti sedang marah-marah pada Samsul.
SITI
Samsul menghela nafas dengan reaksi kesal, ia membentak Siti.
SAMSUL
SITI
Samsul hanya terdiam.
SITI (CONT’D)
SAMSUL
(fokus membaca koran)
Lukman shock, keringat dingin keluar dari tubuhnya, ia gemetar, ia tetap memaksa jalan, di dalam kepalanya kemudian terdengar suara orang-orang yang melayat dan Siti yang menanggapi sambil menangis,
PELAYAT 1 (O.S)
SITI (O.S)
(Menangis)
PELAYAT 2 (O.S)
SITI (O.S)
PELAYAT 3 (O.S)
SITI (O.S)
(terisak)
Kemudian terdengar suara Cing Sodik (32 tahun), paman Lukman di dalam kepala Lukman.
CING SODIK (O.S)
Kemudian terdengar suara sepupu Lukman, Amanda (14 tahun), anak cing Sodik di dalam kepala Lukman
AMANDA (O.S)
Lukman menunduk, keringat deras bercucuran, di dalam kepala Lukman terdengar suara Siti menangis dan mengeluh, pelayat yang kecewa pada Lukman, Samsul yang marah-marah pada Lukman, serta Sodik yang berdoa.
SITI (O.S)
(menangis)
PELAYAT 1 (O.S)
PELAYAT 2 (O.S)
PELAYAT 3 (O.S)
SAMSUL (O.S)
CING SODIK (O.S)
Lukman melangkah dengan pelan lalu duduk di bawah pohon, dengan keadaan terengah-engah diambil dan dikeluarkannya alprazolam dari tas bagian luar, ia juga mengambil botoh minum yang berada di samping tas, Lukman meminum alprazolam, diminumnya air yang penuh di botol sampai habis setengah.
Lukman bengong, terdengar suara motor mengklaksoni. Lukman menengadahkan kepalanya, Siti menyerahkan helm sambil cemberut. Lukman menutup resleting tas nya, menaruh botol air di tempatnya, berdiri, kemudian menerima helm dari Siti.
Lukman memakai helm dan naik motor, motor pun melaju beberapa detik kemudian.
DISSOLVE TO:
EXT. JALAN RAYA - DI MOTOR - PAGI
Motor yang dikendarai Siti terus melaju, Lukman bengong, wajahnya pucat, Lukman terus menatap ke depan, melihat pemandangan jalan, ia melamun, motor dikendarai Siti dengan ngebut, samar-samar terdengar suara petugas kereta api meminta pengendara berhati-hati karena kereta akan lewat, Lukman tersadar dari lamunannya, palang pintu kereta sudah menutup hampir setengah, Siti masih melajukan motornya dengan ngebut.
Motor melalui rel kereta, saat tepat di tengah-tengah rel, Lukman melihat kereta dari jarak agak jauh sedang melaju ke arah motor yang Lukman dan ibunya naiki, Lukman panik, ia menatap ke arah datangnya kereta, melihat lampu kereta menyilaukan matanya, dan scene pun beralih ke,
CUT TO FLASHBACK:
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - KAMAR LUKMAN - PAGI
Lukman duduk menunduk di kamarnya, ia menangis, ia menutup wajahnya dengan satu tangannya. Terdengar di luar suara dua petugas kepolisian serta Samsul dan Siti.
PETUGAS POLISI 1 (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
PETUGAS POLISI 2 (O.S)
Terdengar Siti berteriak histeris, dan di saat bersamaan Lukman histeris, ia berteriak dengan menutupi wajahnya dengan sebelah tangan namun suaranya tidak terdengar, suara histeris Lukman digantikan oleh suara teriakan histeris Siti. Suara histeris Siti sinkron dengan reaksi visualisasi Lukman yang berteriak histeris.
Di lantai tergeletak handphone, tiba-tiba ada email masuk, handphone menyala, di layar handphone yang menyala terlihat berita breaking news dari portal Berita Akurat Jakarta, judulnya "Breaking News! Pengendara yang Berboncengan Tertabrak KA Pluit-Mampang" terlihat foto motor dengan plat B 3069 DP dalam breaking news tersebut.
SHOT: MEDIUM LONG SHOT PADA.LUKMAN DAN HANDPHONE LUKMAN