Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Buih Pikiran
Suka
Favorit
Bagikan
3. Musim 1 Episode 3: Hanya Obat Tidaklah Cukup


FADE IN:

 

EXT. HALAMAN DEPAN RUMAH KELUARGA SAMSUL - PAGI

Cuaca amat terik, motor yang dikendarai Siti dimana Lukman memboceng sampai di depan rumah, terdengar deru suara motor kemudian Siti mematikannya.

Lukman masih memegang erat pinggang Siti, matanya fokus ke satu arah, arah saat tadi memperhatikan Slamet yang sedang bekerja sebagai petugas sampah di jalan.

Siti memanggil-manggil Lukman,

SITI

Udah sampe, Man. Lu mau sampe kapan megang pinggang nyak. Mana kenceng banget megangnya.

Lukman terdiam melamun, ia memegang erat pinggang Lukman.

SITI (CONT’D)

Alprazolam udah lu minum?

Lukman masih bengong.

Siti membentak Lukman dengan suara keras sambil menggoyang-goyangkan tubuh Lukman. Lukman melepaskan pelukan di pinggang ibunya, turun dari motor, berjongkok, dan berkata,

LUKMAN

Kejang.

Siti membalas dengan ketus dan wajah cemberut,

SITI

Ya tidur sonoh.

INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG DEPAN - PAGI

Siti masuk ke rumah, disusul oleh Lukman, tiba-tiba suara tanda listrik mulai habis berbunyi, bunyinya kencang.

Siti panik, ia berkata dengan keras,

SITI (CONT’D)

Waduh! Mau minjem duit buat listrik ke siapa lagi?!

Saat Siti mengucapkan itu kamera menyorot Lukman dengan jelas saat Lukman memegang gagang pintu kamarnya dan hendak membukanya, pupil mata Lukman membesar.

Lukman kemudian masuk ke kamarnya, langsung direbahkan tubuhnya ke kasur. Lukman berkeringat dingin dan nafasnya tersengal-sengal.

Beberapa detik kemudian kamera fokus pada Siti yang melihat Lukman sedang tiduran sambil tersengal-sengal.

SITI (CONT’D)

Man, ganti baju dulu. Emang gak gerah pake baju gitu buat tidur?

Lukman tidak menanggapi, Lukman masih mencoba terpejam dengan masih mengeluarkan nafas yang tersengal-sengal.

SITI (CONT’D)

Obat pagi udah diminum?

Dengan suara berat dan terpatah-patah Lukman menjawab,

LUKMAN

Udah.

SITI

Kapan?

LUKMAN

(suara berat dan terbata-bata)

Sebelum mandi, nyak.

Wajah Siti terheran-heran, ia memperhatikan Lukman yang masih mencoba tertidur dengan nafas yang tersengal-sengal.

Siti mengeluarkan handphone nya, membuka chrome, kemudian mengetik kata-kata "Obat Sudah Diminum tapi penderita kecemasan masih kambuh"

Berbagai hasil pencarian dari searching keluar, ia pun menscroll dan memperhatikan satu-persatu hasil penelusuran, tiba-tiba muncul pemberitahuan SMS dari provider yang dipakai oleh Siti.

Isi text SMS:

Maaf, pulsa anda habis. Segera isi pulsa atau beli paket data agar bisa selalu berinternet dimanapun dan kapanpun.

Siti sempat melihat artikel tentang kecemasan dengan judul "Hanya Obat Tidaklah Cukup"

Siti mematikan handphonenya, Siti melangkah.

INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG TENGAH - PAGI

Siti membuka helm kemudian pergi melangkah menuju ruang belakang, pintu lemari kamar Lukman terdengar terbuka ketika Siti melangkah menuju belakang, Siti menghentikan langkahnya, dengan suara keras ia berkata,

SITI

Bajunya siang lu cuci ya, tong. Yang dari ngelamar itu, buat kapan-kapan lagi.

Terdengar suara lemari ditutup, Siti terdiam sekitar 20 detik, nampak kesedihan di wajahnya. Siti kembali melangkah, tiba-tiba lampu mati. Dengan nada mengeluh Siti berkata,

SITI (CONT’D)

Pantes bunyinya kenceng banget.

Siti berbalik dan melangkah, saat sampai di depan kamar Lukman Siti berkata,

SITI (CONT’D)

Jaga rumah ya, Man! Nyak mau pergi sebentar.

Suasana hening, dalam kegelapan Siti terdiam beberapa saat, ia menghela nafas. Siti memakai helmnya kemudian membuka pintu, keluar dan kembali menutup pintu.

INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - KAMAR LUKMAN - PAGI

Lukman menutupi kepalanya dengan bantal, ia mencoba tidur, gerak-gerik tubuhnya nampak gelisah, kemudian di dalam kepalanya terdengar suara-suara yang persis seperti suara anak ayam yang baru lahir namun bisa berbahasa manusia,

ANAK AYAM DALAM KEPALA (O.S)

Kalo kamu tidur, mati. Kalau kamu tidur mati.

Seluruh tubuh Lukman bergetar, ia berkeringat deras. Lukman yang hanya mengganti pakaian atasnya dan sama sekali belum mengganti celana bahkan membuka sabuk berusaha dengan amat keras untuk tidur.

Terdengar berbagai suara dari kepala Lukman, beberapa diantaranya yang paling jelas terdengar oleh kita adalah,

SALAH SATU KAWAN SMA LUKMAN 2 (O.S)

Bahasa jawanya dipanggil "diundang" kan?

SAMSUL (O.S)

Coba lu baca alkitab, buat percaya Tuhan nguatin elu.

SITI (O.S)

Segini aja lu udah keringetan, Man!

WAHYUDIN (O.S)

Tenang aja, HRD nya baik, kok.

SUSWANDI (O.S)

Lukman. Saya rasa kamu tidak bisa diterima disini.

Suara-suara dalam kepala Lukman tersebut berbaur dengan suara tawa dalam lagu Revolution 9 milik The Beatles serta suara dentingan gitar dari lagu Heroin milik The Velvet Underground.

Lukman berusaha rileks dan mencoba tertidur, namun dirinya makin gerah, ia pun membuka mata, ia terkejut saat tahu suasana rumah gelap.

Dengan perlahan Lukman duduk kemudian membuka tas yang tergeletak di samping kasur, Lukman mengambil handphonenya dari tas dan menyalakan kartu selularnya.

Seketika itu tiba-tiba ada SMS masuk, isinya,

Text di handphone Lukman:

Apakah anda selama ini selalu sial meski sudah beramal dan berbuat baik? dan apa yang anda lakukan kegiatan pribadi, bahkan dalam hati, tiba-tiba banyak orang di media sosial atau lingkungan sekitar yang menertawakan dan mengolok-olok? Jika iya itu tandanya anda dicobai iblis! Anda dihakimi!

Silakan hubungi nomor 085741486089 jika anda mengalaminya.

Lukman menyimpan nomor yang meng-SMS-nya tersebut ke dalam kontak, kemudian menyalakan paket data. Tiba-tiba kita melihat handphone Lukman memberi peringatan bahwa daya baterai tinggal satu persen.

Lukman pun berjalan dengan lemas, membuka lemari kemudian mengecek tas, ia nampak kebingungan, ia membuka lemari kecil untuk arsip sekolah dirinya.

Tiba-tiba Lukman berkata,

LUKMAN

Anjing. Lupa gua. Lagi mati lampu.

Lukman memukuli kepalanya sendiri dengan sangat keras berulang-ulang sebanyak sembilan kali sambil berteriak,

LUKMAN (CONT’D)

Goblog banget gua. Anjing! Goblog! Goblog! Goblog! Goblog! Goblog! Goblog! Goblog! Goblog!
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)