Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
FADE IN:
INT. PEMAKAMAN DAERAH JAKARTA BARAT - PAGI
Lukman bengong, lemas dan selalu menunduk, sesekali ia ikut gaya seperti orang sedang berdoa, ia memperhatikan Samsul, dan tiga petugas rumah sakit jiwa sedang berdoa, tiga petugas rumah sakit jiwa itu rata-rata berusia 30an tahun, mereka berdoa dalam hati, salah satu dari mereka memimpin doa. Mereka khidmat berdoa. Samsul dalam keadaan panic attack, ia berdoa dalam keadaan panic attack.
Terlihat nama Siti Zubaedah bin Hussein di batu nisan. Lukman mencuri-curi pandang ke batu nisah sambil terus ikut-ikutan petugas rumah sakit jiwa dan Samsul berdoa.
Doa selesai, dua orang petugas rumah sakit jiwa dengan ramah kemudian meminta Lukman bangkit. Samsul mendekati Lukman, ia tersenyum dan berkata,
SAMSUL
Lukman bengong, ia kemudian mengangguk-angguk.
Samsul dan beberapa petugas rumah sakit jiwa serta Lukman berjalan menyisiri pemakaman, beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di dua makam bersebelahan yang sudah dikeramik, tertera dibatu nisan nama Danu dan Indah, batu bata makam indah berwarna merah sedangkan Danu Biru.
Salah satu petugas yang tadi memimpin doa bertanya,
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
SAMSUL
Petugas yang memimpin doa kemudian melangkah yang diikuti langkahnya oleh petugas rumah sakit jiwa lainnya dan Samsul, Lukman pun ikut-ikutan mereka.
Mereka kemudian jongkok di dekat makam Indah. Petugas yang memimpin doa mulai bersiap berdoa. Dan,
Samsul melirik Lukman, kemudian suara petugas rumah sakit yang memimpin doa berganti menjadi suara,
LUKMAN (O.S)
(suara datar)
Terdengar suara Bu Angel (29 tahun), psikiater
BU ANGEL (O.S)
LUKMAN (O.S)
BU ANGEL (O.S)
Tiba-tiba petugas rumah sakit jiwa yang memimpin doa mengagetkan Samsul yang sedang melamun dengan mengatakan doa sudah selesai.
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
Samsul terkejut, panik attack Samsul meningkat, dengan linglung ia berkata,
SAMSUL
Petugas yang lainnya seperti mendiskusikan keanehan Samsul pada petugas satunya, kemudian ia berkata,
PETUGAS 1
PETUGAS 2
SAMSUL
Samsul berdiri, ia malah kearah kiri dimana makam Danu ada disisi kanan.
Salah satu petugas rumah sakit jiwa kemudian menepuk pundak Samsul dan berkata,
PETUGAS 2
(menunjuk makam Danu)
SAMSUL
(cengengesan untuk basa-basi sambil mengelus-elus perut)
Kemudian salah satu petugas rumah sakit jiwa berkata dengan tersenyum,
PETUGAS 1
Samsul berbasa-basi di tengah kecemasan tingginya, sambil menunjukkan ekpresi sok tidak enak ia berkata,
SAMSUL
Petugas rumah sakit jiwa yang satunya membalas sambil tersenyum,
PETUGAS 2
Samsul kemudian mengingat-ingat sesuatu, dengan tersenyum ia berkata,
SAMSUL
CUT TO:
INT. SEBUAH RUMAH MAKAN PADANG - PAGI
Petugas rumah sakit jiwa yang memimpin doa masuk ke rumah makan padang, ia beberapa waktu di dalam kemudian ia mempersilakan Lukman, Samsul dan petugas lainnya untuk masuk.
Petugas rumah sakit jiwa yang tadi memimpin doa bersama dengan ibu-ibu pemilik rumah makan padang kemudian mempersilakan Lukman dan Samsul untuk duduk. Petugas rumah sakit jiwa lainnya pun ikut duduk.
Ibu-ibu pemilik rumah makan padang nampak ramah melayani, ia dibantu oleh tiga orang karyawannya.
Seorang remaja putri yang duduk tak jauh dari mereka berbisik pada 3 teman lainnya,
REMAJA PUTRI 1
REMAJA PUTRI 2
REMAJA PUTRI 3
REMAJA PUTRI 2
REMAJA PUTRI 3
REMAJA PUTRI 2
Sedangkan remaja putri satunya tidak menanggapi, ia sibuk memainkan hapenya, kamera lalu fokus ke hape remaja putri tersebut, dan kita melihat kolom komentar di handphone remaja putri tersebut,
Andrie Si Penyayang: Gila ini oke punya sih Bab ke 8 ini, aku tadinya yang mau boker gak jadi sakit saking exited bacanya.
Fans Sejati Lukman: Gila ini salah satu bab novel remaja percintaan terbaik yang pernah gue baca.
Dinda Ayu: Ini luar biasa banget sih bab ini, aku suka banget, keliatan berkelas tapi bahasanya gampang dipahami dan kayak kita banget. Sayang penulisnya sekarang di rumah sakit jiwa.
Lala Indasari: Bang Lukman cepat pulih bang Lukmannn.
Putri Ayudia: Semoga Bang Lukman segera diberikan kesehatan dan cepat waras. Amin.
Lukman Assoe: Alah dianya aja yang mentalnya lemah, gue kemari gak niat baca novelnya, cuma mau ninggalin ini.
Ika Resmasari: Heh! Lu jaga mulut lu ya, Lukman Assoe! Semangat Bang Lukman!
Arshani Susanti: Kesini karena viralnya, tapi setelah aku baca dari bab satu memang nagih dan bagus banget. Semoga bang Lukman dapat nama besar sesuai yang dicitakan dan diharapkan.
Indrajaya Mulya: Ini memang bagus, tapi entah kenapa gue ngerasa ini tuh kayak proyeknya JOT nya jeketi. Kita gak tau pan apa ini kerjasama antara Kwikku sama JKT48.
Fans Sejati Lukman Nomor Satu: Teori konspirasi aja lu, Ndra. Baca tinggal baca aja.
Mulyadi: Dan setelah ada bahagia, akan ada sabar kembali. Judul dan isi bab nya bikin nangis trenyuh. Oke banget.
Kita kemudian melihat remaja putri tersebut scroll dengan cepat ke bawah dan ia mulai mengetik komentar,
Lagi makan di rumah makan padang suatu daerah di Jakarta, tapi sama abang petugas rumah sakit jiwanya suruh dirahasiakan demi keamanan. Exited banget ketemu bang Lukman sama ayahnya lagi makan disini. Semoga Bang Lukman cepat pulih. Amin.
Kemudian kamera mulai syut pada Lukman sedang makan dengan lahap. Samsul pun nampak sedang makan juga, Samsul makan dengan perlahan.
Kemudian fokus beralih ke meja para petugas rumah sakit jiwa. Petugas kesehatan jiwa 2 kemudian berkata pada petugas yang tadi memimpin doa dengan suara lirih,
PETUGAS 2
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
PETUGAS 2
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
Petugas itu menyuap satu sendok nasi berisi rendang cumi kemudian melanjutkan kata-katanya,
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA (CONT’D)
PETUGAS 1
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
PETUGAS 2
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
PETUGAS 2
PETUGAS 1
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
PETUGAS 1
PETUGAS 2
Tiba-tiba handphone petugas 2 berbunyi, petugas rumah sakit jiwa itu pun membacanya.
PETUGAS 2
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
Petugas yang tadi memimpin doa terdiam sesaat, kemudian ia berkata,
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA (CONT’D)
PETUGAS 1
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
PETUGAS 2
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
PETUGAS 1
INT. DI DALAM MOBIL - PAGI
Pintu mobil dibuka, Lukman masuk dengan raut wajah yang kosong, Bu Angel, memakai jilbab, memiliki wajah yang manis dan cantik menyapa Lukman, ia juga menyalami Samsul yang ikut masuk mobil.
BU ANGEL
(tersenyum sambil menyalami Samsul)
SAMSUL
(tersenyum dan membalas jabat tangan)
Bu Angel menangkap sekilas mata Samsul yang cemas, bu Angel kemudian berkata,
BU ANGEL
SAMSUL
BU ANGEL
Tiga petugas rumah sakit jiwa dan Pak Wahyu (59), sopir yang ikut mendengar itu pun berkeringat, petugas 2 yang duduk di samping Pak Wahyu kemudian berseloroh dengan setengah berbisik,
PETUGAS 2
Dengan agak berbisik pula Wahyu Supir pun berkata:
WAHYU Supir
PETUGAS 2
WAHYU SUPIR
PETUGAS 2
Fokus kembali ke bu Angel. Bu Angel kemudian berkata,
BU ANGEL
SAMSUL
BU ANGEL
SAMSUL
(meninggikan nada suara)
Tiga petugas rumah sakit jiwa dan Wahyu Supir terkejut, mereka deg-degan.
Bu Angel tersenyum dan bertanya ramah.
BU ANGEL
SAMSUL
(tersenyum ramah)
BU ANGEL
SAMSUL
Samsul berkata semangat sambil sumringah.
SAMSUL (CONT’D)
BU ANGEL
Samsul nampak gembira dan sumringah, bu Angel pun bertanya pada Samsul,
BU ANGEL
SAMSUL
(penuh semangat)
Bu Angel menarik nafas dalam-dalam kemudian ia bertanya pada Lukman,
BU ANGEL
Dengan tatapan kosong Lukman fokus ke Bu Angel, dan Lukman menjawab,
LUKMAN
BU ANGEL
Lukman terdiam, selama 1 menit ia terdiam, Lukman pun cemas, reaksi cemasnya terlihat oleh semua yang ada di mobil, pun Wahyu Supir yang memperhatikan Lukman dari kaca dashboard mobil.
Tiba-tiba Lukman balik bertanya dengan nada kesal dan heran,
LUKMAN
Lukman membentak Bu Angel.
LUKMAN (CONT’D)
Semuanya kaget, semua hening, Lukman coba mengingat-ingat sesuatu. Lukman lalu terkejut, ia nampak terpukul. Lalu kita mendengar suara amat ramai di kepala Lukman.
Suara-suara itu adalah,
LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 1 (O.S)
LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 2 (O.S)
LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 3 (O.S)
LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 4 (O.S)
LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 5 (O.S)
LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 6 (O.S)
LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 7 (O.S)
Raut reaksi Lukman nampak kosong, kemudian ia pun mulai kejang-kejang. Seisi mobil panik, terutama Samsul. Samsul kehilangan kesadarannnya. Tiga petugas rumah sakit jiwa dan Wahyu Supir pun panik, Bu Angel awalnya menunjukkan raut panik, lalu Bu Angel mencoba tenang.
Mobil berhenti, Wahyu Supir mencari tempat untuk parkir.
BU ANGEL
PETUGAS 2
PETUGAS 1
BU ANGEL
PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA
BU ANGEL
Sambil mengatakan itu semua Bu Angel mencoba melakukan penanganan pertama pada Lukman yang kejang. Bu Angel pun memperhatikan Samsul yang tengah pingsan. Kita pun melihat Wahyu Supir fokus menyetir mobil, dan kebetulan jalanan kosong sehingga ia bisa ngebut.