Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Buih Pikiran
Suka
Favorit
Bagikan
11. Musim 1 Episode 9: Suasana Yang Ramai Dalam Jiwa Yang Sepi - Bagian 1

FADE IN:

INT. PEMAKAMAN DAERAH JAKARTA BARAT - PAGI

Lukman bengong, lemas dan selalu menunduk, sesekali ia ikut gaya seperti orang sedang berdoa, ia memperhatikan Samsul, dan tiga petugas rumah sakit jiwa sedang berdoa, tiga petugas rumah sakit jiwa itu rata-rata berusia 30an tahun, mereka berdoa dalam hati, salah satu dari mereka memimpin doa. Mereka khidmat berdoa. Samsul dalam keadaan panic attack, ia berdoa dalam keadaan panic attack.

Terlihat nama Siti Zubaedah bin Hussein di batu nisan. Lukman mencuri-curi pandang ke batu nisah sambil terus ikut-ikutan petugas rumah sakit jiwa dan Samsul berdoa.

Doa selesai, dua orang petugas rumah sakit jiwa dengan ramah kemudian meminta Lukman bangkit. Samsul mendekati Lukman, ia tersenyum dan berkata,

SAMSUL

Ayo, Man. Ke Makam Bang Danu sama Mpok Indah.

Lukman bengong, ia kemudian mengangguk-angguk.

Samsul dan beberapa petugas rumah sakit jiwa serta Lukman berjalan menyisiri pemakaman, beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di dua makam bersebelahan yang sudah dikeramik, tertera dibatu nisan nama Danu dan Indah, batu bata makam indah berwarna merah sedangkan Danu Biru.

Salah satu petugas yang tadi memimpin doa bertanya,

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Yang mana dulu, pak?

SAMSUL

Indah dulu saja.

Petugas yang memimpin doa kemudian melangkah yang diikuti langkahnya oleh petugas rumah sakit jiwa lainnya dan Samsul, Lukman pun ikut-ikutan mereka.

Mereka kemudian jongkok di dekat makam Indah. Petugas yang memimpin doa mulai bersiap berdoa. Dan,

Samsul melirik Lukman, kemudian suara petugas rumah sakit yang memimpin doa berganti menjadi suara,

LUKMAN (O.S)

(suara datar)

Saya tiap malam tidak bisa tidur karena saya memikirkan mau jadi apa saya kelak, sedangkan saya melihat di medsos teman-teman saya rata-rata sudah menikah atau sudah punya penghasilan sendiri, saya stress berat, bu dokter. Saya mikirin itu banget, tapi entah kenapa seringnya ayah-ibu saya sering banget bilang ke saya kalau saya tipe orang yang gak mikirin masa depan. Isinya tidur-tiduran melulu, tidur terbalik, padahal saya tidur terbalik karena stress mikirin hal itu.

Terdengar suara Bu Angel (29 tahun), psikiater

BU ANGEL (O.S)

Pernah dikomunikasikan dengan orang tua atau keluarga sebelumnya?

LUKMAN (O.S)

Tidak pernah, bu. Saya takut.

BU ANGEL (O.S)

Baik. Begitu. Saya paham.

Tiba-tiba petugas rumah sakit jiwa yang memimpin doa mengagetkan Samsul yang sedang melamun dengan mengatakan doa sudah selesai.

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Doanya sudah selesai, pak.

Samsul terkejut, panik attack Samsul meningkat, dengan linglung ia berkata,

SAMSUL

Ba... Baik. Ayo segera mendoakan Danu.

Petugas yang lainnya seperti mendiskusikan keanehan Samsul pada petugas satunya, kemudian ia berkata,

PETUGAS 1

Bapak gak apa-apa?

PETUGAS 2

Bapak kelihatan agak pucet.

SAMSUL

Tidak. Saya tidak apa-apa. Mari segera mendoakan Danu.

Samsul berdiri, ia malah kearah kiri dimana makam Danu ada disisi kanan.

Salah satu petugas rumah sakit jiwa kemudian menepuk pundak Samsul dan berkata,

PETUGAS 2

(menunjuk makam Danu)

Bukannya makam Danu itu, pak.

SAMSUL

(cengengesan untuk basa-basi sambil mengelus-elus perut)

Maaf, belum sarapan soalnya.

Kemudian salah satu petugas rumah sakit jiwa berkata dengan tersenyum,

PETUGAS 1

Kita juga lapar, pak. Setelah ini kita cari tempat makan.

Samsul berbasa-basi di tengah kecemasan tingginya, sambil menunjukkan ekpresi sok tidak enak ia berkata,

SAMSUL

Wah, merepotkan.

Petugas rumah sakit jiwa yang satunya membalas sambil tersenyum,

PETUGAS 2

Tidak apa-apa, pak.

Samsul kemudian mengingat-ingat sesuatu, dengan tersenyum ia berkata,

SAMSUL

Oh iya, iya. Saya paham.

CUT TO:

INT. SEBUAH RUMAH MAKAN PADANG - PAGI

Petugas rumah sakit jiwa yang memimpin doa masuk ke rumah makan padang, ia beberapa waktu di dalam kemudian ia mempersilakan Lukman, Samsul dan petugas lainnya untuk masuk.

Petugas rumah sakit jiwa yang tadi memimpin doa bersama dengan ibu-ibu pemilik rumah makan padang kemudian mempersilakan Lukman dan Samsul untuk duduk. Petugas rumah sakit jiwa lainnya pun ikut duduk.

Ibu-ibu pemilik rumah makan padang nampak ramah melayani, ia dibantu oleh tiga orang karyawannya.

Seorang remaja putri yang duduk tak jauh dari mereka berbisik pada 3 teman lainnya,

REMAJA PUTRI 1

Oh. Jadi itu Lukman? Ganteng, ya. Sayang sakit jiwa. Tapi berbakat banget, sih.

REMAJA PUTRI 2

Penulis Novel bersambung "Semoga Senyum Mu Tak Ikut Tenggelam Bersama Malam" itu, ya?

REMAJA PUTRI 3

Sepupunya Santi Jeketi juga bukan, sih?

REMAJA PUTRI 2

Iya. Pan kasus kejiwaannya viral gegara die sepupunya si Santi jeketi.

REMAJA PUTRI 3

Oh, iya. Yang gegara kasus video gemesh Laila sama Santi jeketi itu.

REMAJA PUTRI 2

Yup.

Sedangkan remaja putri satunya tidak menanggapi, ia sibuk memainkan hapenya, kamera lalu fokus ke hape remaja putri tersebut, dan kita melihat kolom komentar di handphone remaja putri tersebut,

Andrie Si Penyayang: Gila ini oke punya sih Bab ke 8 ini, aku tadinya yang mau boker gak jadi sakit saking exited bacanya.

Fans Sejati Lukman: Gila ini salah satu bab novel remaja percintaan terbaik yang pernah gue baca.

Dinda Ayu: Ini luar biasa banget sih bab ini, aku suka banget, keliatan berkelas tapi bahasanya gampang dipahami dan kayak kita banget. Sayang penulisnya sekarang di rumah sakit jiwa.

Lala Indasari: Bang Lukman cepat pulih bang Lukmannn.

Putri Ayudia: Semoga Bang Lukman segera diberikan kesehatan dan cepat waras. Amin.

Lukman Assoe: Alah dianya aja yang mentalnya lemah, gue kemari gak niat baca novelnya, cuma mau ninggalin ini.

Ika Resmasari: Heh! Lu jaga mulut lu ya, Lukman Assoe! Semangat Bang Lukman!

Arshani Susanti: Kesini karena viralnya, tapi setelah aku baca dari bab satu memang nagih dan bagus banget. Semoga bang Lukman dapat nama besar sesuai yang dicitakan dan diharapkan.

Indrajaya Mulya: Ini memang bagus, tapi entah kenapa gue ngerasa ini tuh kayak proyeknya JOT nya jeketi. Kita gak tau pan apa ini kerjasama antara Kwikku sama JKT48.

Fans Sejati Lukman Nomor Satu: Teori konspirasi aja lu, Ndra. Baca tinggal baca aja.

Mulyadi: Dan setelah ada bahagia, akan ada sabar kembali. Judul dan isi bab nya bikin nangis trenyuh. Oke banget.

Kita kemudian melihat remaja putri tersebut scroll dengan cepat ke bawah dan ia mulai mengetik komentar,

Lagi makan di rumah makan padang suatu daerah di Jakarta, tapi sama abang petugas rumah sakit jiwanya suruh dirahasiakan demi keamanan. Exited banget ketemu bang Lukman sama ayahnya lagi makan disini. Semoga Bang Lukman cepat pulih. Amin.

Kemudian kamera mulai syut pada Lukman sedang makan dengan lahap. Samsul pun nampak sedang makan juga, Samsul makan dengan perlahan.

Kemudian fokus beralih ke meja para petugas rumah sakit jiwa. Petugas kesehatan jiwa 2 kemudian berkata pada petugas yang tadi memimpin doa dengan suara lirih,

PETUGAS 2

Tadi lu udah ngeyakinin banget yang disini supaya kayak gak ada apa-apa waktu liat Lukman ’pan?

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Tenang aja semua udah beres.

PETUGAS 2

Nggak. Takutnya di meja sebelah barat kan ada remaja putri yang daritadi liatin kesini. Takutnya mereka minta tanda tangan Lukman gegara novel bersambungnya di Kwikku.

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Tenang aja. Tadi gue udah bilangin mereka, pan Wahyu supir juga lagi jaga di depan, kalo ada yang masuk disuruh jangan ada reaksi apa-apa.

Petugas itu menyuap satu sendok nasi berisi rendang cumi kemudian melanjutkan kata-katanya,

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA (CONT’D)

Lagipula sesuai pesennya Bu Angel, kita buat bagi Lukman seolah gak ada apa-apa.

PETUGAS 1

Bener. Kalo dia mania karena Lukman tau novelnya laris bisa melek gak tidur. Lagipula kalo ada yang komen jelek ke komennya juga bisa bikin depresi, nanti gak bisa tidur juga ujung-ujungnya.

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Tapi alhamdulliah guwe liat 80 persenenan baik komen di Kwikku sama di Fb rata-rata positif.

PETUGAS 2

Lu berteman sama Lukman di FB?

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Yup. Dia add gue sekitar 3 tahun lalu, kebetulan. Tapi dianya lagi sakit sih, dia kayak gak kenal aja gitu. Kalo diliat-liat react, like sama komennya kayak mecahin rekor FB gitu.

PETUGAS 2

Bagus gak sih karyanya?

PETUGAS 1

Rekomended banget. Baca deh kalo lagi ngaso di rumah.

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Pokoknya kita jaga dia supaya dia gak mania atau depresi apalagi gegara karyanya. Kita harus jaga banget. Udah tiga bulan kita jagain, jangan sampe sekarang kacau.

PETUGAS 1

Amin.

PETUGAS 2

Amin. Kita harus usahain itu.

Tiba-tiba handphone petugas 2 berbunyi, petugas rumah sakit jiwa itu pun membacanya.

PETUGAS 2

Bu Angel nyusul, ia ikut mobil kita. Mau tanya beberapa hal sama Lukman.

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Bu Angel sendiri?

Petugas yang tadi memimpin doa terdiam sesaat, kemudian ia berkata,

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA (CONT’D)

Berarti bu Angel anggap masalah Lukman urgent?

PETUGAS 1

Apa karena Lukman sodaranya Santi yang idol itu? Karena jadi sorotan?

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Kayaknya bu Angel bukan tipikal kayak gitu.

PETUGAS 2

Kalo bu Angel udah serius kayak gini, bismillah aja semoga memang Lukman baik-baik aja dan semoga gak perlu penanganan spesial.

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Amin.

PETUGAS 1

Amin, ya Allah.

INT. DI DALAM MOBIL - PAGI

Pintu mobil dibuka, Lukman masuk dengan raut wajah yang kosong, Bu Angel, memakai jilbab, memiliki wajah yang manis dan cantik menyapa Lukman, ia juga menyalami Samsul yang ikut masuk mobil.

BU ANGEL

(tersenyum sambil menyalami Samsul)

Selamat pagi, bapak.

SAMSUL

(tersenyum dan membalas jabat tangan)

Selamat pagi, bu.

Bu Angel menangkap sekilas mata Samsul yang cemas, bu Angel kemudian berkata,

BU ANGEL

Maaf, pak. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan pada Lukman.

SAMSUL

Baik, bu. Ibu mau menanyakan apa? Lukmannya siap mendengarkan.

BU ANGEL

Mohon bapak untuk fokus ke pernafasan dan menenangkan diri jika... Kita semua pasti gak mau mengharapkan itu semua, tapi mohon bapak tenangkan diri.

Tiga petugas rumah sakit jiwa dan Pak Wahyu (59), sopir yang ikut mendengar itu pun berkeringat, petugas 2 yang duduk di samping Pak Wahyu kemudian berseloroh dengan setengah berbisik,

PETUGAS 2

Dari cara bicaranya pak Samsul juga punya anxiety...

Dengan agak berbisik pula Wahyu Supir pun berkata:

WAHYU Supir

Iya. Punya, tapi gak tahu seberapa parahnya. Makanya bu Angel nanyanya seperti itu.

PETUGAS 2

Jadi...

WAHYU SUPIR

Bu Angel pengen tau reaksi pak Samsul, supaya tahu level anxietynya. Insya allah gak ada apa-apa.

PETUGAS 2

Amin. Insya Allah, pak.

Fokus kembali ke bu Angel. Bu Angel kemudian berkata,

BU ANGEL

Apakah bapak sudah tenang?

SAMSUL

Sudah, bu.

BU ANGEL

Karena sebetulnya kalau diri kita bilang ke orang lain sudah tenang dalam keadaan tertentu, itu sebetulnya kita tidak tenang.

SAMSUL

(meninggikan nada suara)

Saya tenang kok, bu.

Tiga petugas rumah sakit jiwa dan Wahyu Supir terkejut, mereka deg-degan.

Bu Angel tersenyum dan bertanya ramah.

BU ANGEL

Kegiatan bapak bersama Lukman di rumah sakit 3 hari ini apa?

SAMSUL

(tersenyum ramah)

Ya, sekarang Lukman belajar menjahit supaya ada keterampilan setelah keluar.

BU ANGEL

Syukurlah.

SAMSUL

Lukman itu sebetulnya bisa menjahit dan hal lainnya, bu. Cuma sayang dia mager. Mungkin karena kejangnya, tapi saya yakin...

Samsul berkata semangat sambil sumringah.

SAMSUL (CONT’D)

Lukman itu kalau ngerjain sesuatu pasti hasilnya bagus.

BU ANGEL

Syukurlah.

Samsul nampak gembira dan sumringah, bu Angel pun bertanya pada Samsul,

BU ANGEL

Bapak sudah tenang sekarang?

SAMSUL

(penuh semangat)

Sudah, bu. Sudah.

Bu Angel menarik nafas dalam-dalam kemudian ia bertanya pada Lukman,

BU ANGEL

Lukman...

Dengan tatapan kosong Lukman fokus ke Bu Angel, dan Lukman menjawab,

LUKMAN

Dalem, bu.

BU ANGEL

Kamu nomor hapenya masih 085741486089?

Lukman terdiam, selama 1 menit ia terdiam, Lukman pun cemas, reaksi cemasnya terlihat oleh semua yang ada di mobil, pun Wahyu Supir yang memperhatikan Lukman dari kaca dashboard mobil.

Tiba-tiba Lukman balik bertanya dengan nada kesal dan heran,

LUKMAN

Bu! Bukannya itu nomor orang yang ngasih tau saya bahwa saya kena percobaan iblis!?

Lukman membentak Bu Angel.

LUKMAN (CONT’D)

Gimana bisa itu jadi nomor saya?!

Semuanya kaget, semua hening, Lukman coba mengingat-ingat sesuatu. Lukman lalu terkejut, ia nampak terpukul. Lalu kita mendengar suara amat ramai di kepala Lukman.

Suara-suara itu adalah,

LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 1 (O.S)

Baka! Bakayaro! Coba inget inget hari itu.

LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 2 (O.S)

Waktu itu elu ganti nomor hape.

LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 3 (O.S)

Terus sebelum ganti elu sms nomor lu yang baru pake nomor yang lama.

LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 4 (O.S)

Ya isinya soal percobaan itu.

LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 5 (O.S)

Dan elu ngira itu sms dari Malaikat Tuhan gitu?

LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 6 (O.S)

Elu bener-bener idiot, ye?

LUKMAN DI KEPALA LUKMAN 7 (O.S)

Ada ya orang sebaka itu?

Raut reaksi Lukman nampak kosong, kemudian ia pun mulai kejang-kejang. Seisi mobil panik, terutama Samsul. Samsul kehilangan kesadarannnya. Tiga petugas rumah sakit jiwa dan Wahyu Supir pun panik, Bu Angel awalnya menunjukkan raut panik, lalu Bu Angel mencoba tenang.

Mobil berhenti, Wahyu Supir mencari tempat untuk parkir.

BU ANGEL

Mobilnya terus saja, pak. Kita harus ke rumah sakit. Segera.

PETUGAS 2

Anxiety Pak Samsul ternyata lebih buruk dari yang dikira.

PETUGAS 1

Berarti benar ya, bu. Anxiety Lukman nurun dari bapaknya?

BU ANGEL

Iya. Tadinya saya harap itu cuma hipotesa makanya saya pancing gitu soal nanya ke Lukman. Ternyata harapan saya salah. Faktor penyebab Lukman anxiety ternyata sepenuhnya benar faktor biologi Pak Samsul.

PETUGAS YANG TADI MEMIMPIN DOA

Kejiwaannya juga dari turunan, bu?

BU ANGEL

Kalau itu faktornya saya belum tahu.

Sambil mengatakan itu semua Bu Angel mencoba melakukan penanganan pertama pada Lukman yang kejang. Bu Angel pun memperhatikan Samsul yang tengah pingsan. Kita pun melihat Wahyu Supir fokus menyetir mobil, dan kebetulan jalanan kosong sehingga ia bisa ngebut.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)