Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Buih Pikiran
Suka
Favorit
Bagikan
6. Musim 1 Episode 6: Ayah dan Anak

FADE IN:

INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG BELAKANG - MALAM

Suasana gelap, kamera menyorot secara Establish Shot, Lukman mengenakan pakaian lengan panjang dan celana pendek, Lukman terlihat berada di sumur yang sekaligus jadi tempat untuk mencuci. Pakaiannya basah di beberapa titik seperti bagian dada dan celana bagian lutut juga bagian lengan panjangnya.

Lukman membuang isi dari sebuah ember hitam besar, terlihat air kencing tertumpah dari ember hitam tersebut kemudian mengalir ke saluran pembuangan, beberapa detik kemudian Lukman memasang selang kemudian memutar keran lalu menyiram perlahan, ia memegang selang yang ia arahkan ke lubang pembuangan. Lukman menyalakan keran dengan mode sedang, air pun mengalir dengan perlahan.

Lukman mengarahkan selang ke beberapa titik dimana air kencing menggumpal dan tidak mau masuk ke lubang pembuangan, ia terus arahkan selang yang menyemprotkan air sampai air kencing tidak bersisa dan masuk seluruhnya ke saluran pembuangan.

Lukman yang kondisi badannya basah serta sempoyongan kemudian mencuci ember, ember ia siram dengan selang yang mengeluarkan air dengan deras, disaat air dari selang menyemprot ke ember, Lukman menggosok baik dalam ember maupun luar ember dengan lap yang sudah ia basahi dengan sabun cuci, setelah selesai menggosok Lukman menyemprotkan air ke arah ember dan membilasnya dengan lap basah lainnya, pakaian Lukman bertambah basah, bagian bahunya basah karena terkena cipratan air selang.

Setelah selesai mencuci ember Lukman menengok ke arah ruang dapur. Lukman menunggu ember kering dengan perasaan was-was. Suara lampu yang dinyalakan membuat Lukman kaget setengah mati, Lukman terdiam di tempat, hatinya dag dig dug, terdengar suara dispenser air dinyalakan, beberapa detik kemudian lampu dapur kembali dimatikan. Lukman deg degan, suara jantung Lukman bisa penonton dengar, selang 30 detik tidak ada yang muncul, Lukman menarik nafas lega.

Lukman memegangi ember, meraba-raba apakah sudah kering atau belum, setelah itu ia membawa embernya berjalan keluar dari ruang belakang.

Saat sampai di dapur ia mengambil tiga botol air mineral kosong, dispenser ia nyalakan, kemudian mengisi botol dengan air.

Lukman menunggu dengan dag dig dug saat ia mengisi air, ia terus memperhatikan ke arah pintu masuk dapur.

Air terisi penuh, Lukman membawa ember dengan perlahan menuju kamarnya, di tengah jalan ia sempat terpeleset, ia pun bangkit dengan cepat, mempercepat langkahnya, membuka kamarnya kemudian menaruh ember di belakang pintu kamar.

Lukman kemudian mendengar lampu kamar dinyalakan, Lukman deg degan, kemudian ia mendengar suara Samsul dan Siti.

SAMSUL (O.S)

Ti, Ti. Kurang tidur elu, sampe masuk angin gini.

SITI (O.S)

Mau pegimana lagi. Aye kepikiran Lukman, bang.

SAMSUL (O.S)

Anak kayak gitu kite musti sabar.

SITI (O.S)

Tapi, bang...

SAMSUL (O.S)

Jangan terlalu dipusingin, kite juga udah sering dapet kejadian yang lebih berat dari ini.

Shot kemudian beralih dengan cepat dari tempat Lukman berada ke Kamar Samsul dan Siti.

CUT TO:

INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - KAMAR SAMSUL DAN SITI - MALAM

Nampak Samsul sedang mengerok Siti.

SITI

Prihatin anak kita ya, bang. Kok bisa kayak gitu.

SAMSUL

Mau gimana lagi ini udah kehendak Tuhan, bu.

SITI

Iya. Kita musti sabar.

SAMSUL

Semoga Lukman cepet diberi kesadaran.

SITI

Amin, bang.

SAMSUL

 Amin.

SITI

Eh, bang. Lukman gimana caranya gak kencing sama buang air lama juga gak minum. Setau aye die udah hampir seminggu gak keluar kamar. Lima hari kalo gak salah.

SAMSUL

Kayaknya beberapa hari sekali die bawa ember ke kamarnya, terus isi air berbotol-botol buat persediaan die di kamer buat minum. Kalo buang air besar sih, elu juga tau pan si Lukman jarang banget, bisa seminggu dia cuma dua kali ke kamar mandi, itu juga jarang banget. Dan kayaknya pun kalo itu die curi-curi kesempetan.

SITI

Soalnya tadi, bang. Waktu aye ambil minum di dapur, kayak ada suara orang di belakang gitu.

Samsul berdiri, ia segera keluar kamar. Sambil berlalu Samsul berkata dengan nada ketus,

SAMSUL

Kenapa elu gak bilang. Ini kesempetan kita.

SITI

Lukman jadi sekarang ada di belakang, bang.

SAMSUL (O.S)

Iya. Cepetan. Keburu die ngurung diri di kamar lagi.

CUT TO:

INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG BELAKANG - MALAM

Siti dan Lukman menyalakan lampu, mereka mendapati ruang belakang tidak ada siapa-siapa, Samsul memperhatikan selang dimana air masih mengucur.

SAMSUL

Telat kita, Ti.

SITI

(raut wajah amat kecewa)

Iya, bang.

CUT TO:

INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - KAMAR LUKMAN - MALAM

Lukman dengan keadaan basah kuyup telungkup memeluk guling, ia berusaha tidur, dari gestur tubuh dan nafasnya yang terengah-engah terlihat Lukman sedang mengalami serangan panik.

JUMP CUT:

Lukman bangun dari tidurnya, jam menunjukkan pukul setengah tiga, matahari dari lubang ventilasi kamar masuk, Lukman menatap langit-langit kamar beberapa detik kemudian menutup kepalanya dengan bantal dan tidur lagi.

JUMP CUT:

Lukman bangun dari tidurnya, jam menunjukkan pukul setengah satu malam, ia bangkit berdiri mendekat ke arah ember, kemudian ia buang air kecil di ember tersebut.

Lalu Lukman melangkah kembali ke kasurnya, kemudian merubuhkan badannya kembali ke kasurnya, Lukman tidur lelap.

JUMP CUT:

Waktu menujukan pukul satu siang, Lukman terbangun, ia duduk dan bengong sesaat, ia kemudian mengambil handphone yang sedang dicash, dan memasangkan earphone ke handphone nya, kemudian mendengar lagu secara random dari mp3 di handphonenya, terdengar lagu A 1000 Times dari Hamilton Leithauser feat Rostam. Lukman pun tidur lagi, kepalanya ia tutupi dengan bantal, Lukman mengubah posisi tidurnya, yaitu dekat dengan handphone yang masih ia cas.

JUMP CUT:

Lagu Fixing a Hole mengalun dari handphone Lukman, Lukman terbangun, ia melihat handphonenya, jam menunjukkan pukul 22.15, Lukman juga melihat daya handphonenya sudah 100 persen, ia pun mencabut handphone dari charger kemudian berganti posisi tidur, Lukman tidur lagi, ia menutupi kepalanya dengan bantal dan memeluk guling.

JUMP CUT:

Lukman kembali terbangun, playlist di mp3 sedang memutar lagu The Fear dari Pulp, jam menunjukkan pukul tiga pagi. Lukman merenung, memandang ke arah langit, mengepalkan tangan dan berdoa.

LUKMAN

Tuhan, saya bosan. Sampai kapan saya kayak gini di dalam kamar. Tuhan, kabulkan doaku sewaktu di malam pertengkaran saya dengan Santi. Amin.

Lukman bengong sesaat, ia membuka paket datanya, lalu ia membuka facebook di browser chrome yang ada di handphonenya.

Lukman terkejut, kamera kemudian fokus pada jumlah teman Lukman yang berjumlah 829 orang.

LUKMAN (CONT’D) (V.O)

Kok banyak banget yang hapus pertemanan aku? Setengahnya.

Secepat kilat Lukman pun memeriksa status yang ia buat di Facebook, bersamaan dengan itu lagu Jesus Walk dari Kanye West mengalun dari mp3 yang didengar Lukman. Ia dapati hanya ada satu reaksi marah dan satu reaksi kaget.

LUKMAN (CONT’D) (V.O)

Apa ada yang salah sama status gue?

Lukman membaca statusnya,

Dalam hati kita bisa mendengar Lukman yang sedang membaca statusnya sendiri.

LUKMAN (CONT’D) (V.O)

Kawan-kawan. Semua mungkin sudah ada yang tahu bahwa saya adalah sepupu dari Santi JKT48, teman-teman mungkin sudah tahu penyebab mengapa pengikut Santi berkurang banyak, hal itu disebabkan oleh kebohongan Santi akan saya. Tapi kawan-kawan, saya ini punya kondisi khusus, dimana saya mengalami kecemasan yang super parah jika bertemu orang, maka karena itulah saya tidak bekerja dan pada akhirnya Santi berbohong agar supaya ayah dan ibu saya tidak malu, karena itu saya mohon pengertiannya kawan-kawan. Dan meski saat ini saya sedang tidak bekerja tetapi saya juga berupaya mencari pekerjaan di sebuahy platform menulis, teman-teman bisa mengklik tautan dibawah ini untuk mendukung saya. Terimakasih. Salam hangat.

Lukman membaca status tersebut berulang-ulang dengan serius, sesekali ditengah-tengah membaca ia bergumam:

LUKMAN (CONT’D) (V.O)

Ini dimana salahnya?

Lukman membuka aplikasi Kwikku di handphonenya. Ia mengerutkan dahi, tidak ada notifikasi di akun Kwikku milik Lukman.

Lukman mengambil posisi hendak membanting handphone, lagu Loser dari Beck pun kemudian secara kebetulan terdengar dari playlistnya, earphone terlepas dari handphone Lukman, suara lagu Loser pun terdengar keras, Lukman panik, beberapa detik kemudian juga terdengar suara Samsul dan Siti membicakan Lukman samar-samar. Dengan tergesa-gesa Lukman segera memasang kembali earphone nya ke handphone kemudian memakai earphone.

Lukman bergumam, ia menggerutu.

LUKMAN (CONT’D)

(kesal)

Hampir aja aku denger suara anjing-anjing itu. Untung mereka gak denger lagunya, kalo nggak mereka ketuk pintu pasti. Masalah Santi lagi yang diomongin. Anjing.

Lukman membuka WA nya, terlihat pesan dari Lukman pada 085741486089 masih centang satu.

Lukman pun kembali menggerutu.

LUKMAN (CONT’D)

(nada bergetar)

Ya, Tuhan. Masa percobaan berat dari iblis begini kenapa Engkau tidak mau membantu.

Lukman segera menutup WA nya kemudian mematikan paket datanya.

Lukman menunjukkan raut muka terkena panic attack, dengan earphone terpasang di telinganya ia pun segera rebahan di kasurnya, menutup kepala dengan bantal kemudian berusaha untuk tidur.

JUMP CUT:

Waktu menunjukkan pukul setengah delapan malam, terdengar suara Cing Sodik dan Samsul memanggil-manggil Lukman dan mengetuk pintu. Suara Samsul terdengar gemetar dan menahan isak tangis, bersamaan dengan itu suara outro dari lagu Strawberry Fields Forever dari The Beatles terdengar jelas di telinga Lukman yang sedang nyenyak tertidur kemudian playlist beralih ke lagu Holiday in Cambodia dari Dead Kennedys. Terdengar dialog antara Samsul dan Cing Sodik.

CING SODIK (O.S)

Kemarin juga gini gak ada jawaban pas mpok Siti sama abang bujuk Lukman?

SAMSUL

(suara parau)

Iya. Sama sekali gak ada jawaban.

Cing Sodik memanggil-manggil Lukman dan mengetuk pintu lagi, suasana hening, Cing Sodik kemudian berkata,

CING SODIK (O.S)

Maaf, bang. Bukannye aye bermaksud kasar, tapi yang lain udah nunggu di luar, ini harus didobrak. Abang kan tadi udah bilang kalo ada apa-apa pihak keluarga yang dobrak pintu.

SAMSUL (O.S)

(suara menahan isak)

Ya udah. Gak papa. Dobrak saja.

Kamera syut kepintu perlahan-lahan secara Zoom In kemudian kita melihat pintu didobrak. Cing SOdik masuk bersama dengan Lukman dan beberapa orang termasuk Santi, Samsul diam saja kemudian berlalu pergi sambil menunduk. Lukman terbangun, ia amat terkejut, ia menunjukan raut panik, Cing Sodik dan yang lain memanggil-manggil Lukman, Lukman diam saja, raut paniknya semakin jelas, lagu Holiday in Cambodia masih terdengar di telinga Lukman, Cing Sodik segera mendekat dan mencabut earphone dari telinga Lukman, kemudian Cing Sodik berkata,

CING SODIK

Man, Ibumu meninggal. Tensinya tinggi banget jadinya asam urat kambuh parah. Tadi sore dibawa ke rumah sakit tapi akhirnya pembuluh darah di otak pecah.

Raut wajah Lukman yangt tadinya amat panik berubah perlahan-lahan menjadi tatapan kosong, kamera mensyut momen tersebut secara long shot saat panik menjadi medium shot secara perlahan-lahan saat pikiran kosong.

LUKMAN

Hah?

Lukman menunduk, tatapan matanya yang menatap lantai terlihat kosong.

SANTI

Bang Lukman, ke rumah sakit jiwa, yuk. Demi kebaikan Bang Lukman sendiri.

CING SODIK

(mengulurkan tangan)

Ayuk, bangun.

Lukman masih terdiam, badannya amat lemas, Cing Sodik kemudian membantu Lukman bangun dari kasurnya, beberapa warga yang masuk kamar pun membantu.

Kondisi Lukman amat lemah, ia tidak sanggup berdiri.

CING SODIK (CONT’D)

Digendong aja ya, Man.

Beberapa warga kemudian membantu Lukman yang sudah sangat lemas naik ke punggung Cing Sodik, Cing Sodik menggendong Lukman keluar dari kamar, warga lainnya pun mengikuti, begitu pun Santi yang keluar kamar paling belakang.

EXT. HALAMAN DEPAN RUMAH KELUARGA SAMSUL - MALAM

Di halaman rumah keluarga Samsul wartawan serta warga berkerumun, beberapa orang memakai pakaian khas JKT48 dan beberapa member JKT48 termasuk Laila juga ada disitu.

Petugas kepolisian dan petugas rumah sakit jiwa nampak bersiap-siap. Lukman yang lemas dan hanya menunjukkan reaksi planga plongo keluar rumah digendong Cing Sodik, setelah itu beberapa orang juga keluar dari rumah diikuti Santi keluar paling belakang

Tatapan Lukman berpapasan dengan tatapan Laila, Laila menunjukkan raut wajah kecewa, beberapa detik kemudian Laila melihat kembali wajah Lukman, Lukman menatap tatapan Laila dengan pandangan kosong, Laila terkejut kecewa.

Member JKT48 lainnya datang menghampiri Santi, pun para fans JKT48 datang dan menghibur Santi. Kemudian mereka semua mengikuti Lukman yang digendong Cing Sodik, Cing Sodik yang menggendong Lukman menuju ke arah mobil ambulans, para petugas ambulans pun sigap.

Samsul terlihat berdiri di pojokan dekat ambulans, ia menunduk sambil memegangi kepalanya, ia tidak sadar Lukman sudah sampai di dekat mobil ambulans, reaksi Samsul kosong, kita bisa melihat nampak getaran-getaran kejang halus dari Samsul.

Seorang petugas menanyai Cing Sodik kemudian ia berlari kecil kemudian membuka pintu belakang ambulans dan mengeluarkan ranjang pasien rumah sakit.

Cing Sodik menurunkan Lukman, Lukman dibaringkan di ranjang pasien rumah sakit, Lukman diam saja, tatapan matanya kosong.

Warga dan wartawan mengabadikan momen tersebut dengan smartphone dan kamera, para petugas kepolisian berusaha mengamankan warga, beberapa polisi berusaha mengatur para wartawan yang berusaha menanyai Cing Sodik.

Seorang wartawan berusaha menanyai Samsul yang masih terdiam dan menunjukkan reaksi kejang di pojok dekat mobil ambulans. Samsul hanya menunduk, ia terdiam ketika wartawan tersebut mengulang-ulang pertanyaannya, sampai seorang petugas kepolisian menjauhkan wartawan tersebut dari Samsul yang masih menunduk.

Samsul yang menunduk menggumamkan kata,

SAMSUL

Maaf, Eka. Ampun.

Ia mengucapkan kata itu berulang kali.

CUT TO FLASH BACK:

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - KELAS IIA - PAGI

Terdapat teks di layar: puluhan tahun yang lalu.

Kamera fokus pada murid-murid yang sibuk dengan kesibukannya masing-masing dimana seorang guru memperkenalkan murid baru. Samsul remaja (16 tahun) satu-satunya yang memperhatikan.

Kita lalu bisa mendengar seorang guru wanita yang cukup muda berkata,

GURU WANITA MUDA

Silahkan perkenalkan diri kamu, Eka.

Kamera kemudian berpindah fokus pada Eka (16 tahun), wajah Eka amat mirip Lukman, bahkan hampir identik. Eka kemudian memperkenalkan diri. Namun ia memperkenalkan diri dengan nada terbata-bata dan Eka sesekali berusaha menunduk dan tidak beradu mata dengan murid-murid lainnya.

EKA

Perkenal...kan... Na... nama saya... E.. e... ka. Sa... saya... Be... bera... sal, eh tadinya...

Seluruh murid tertawa mendengar hal tersebut, terkecuali Samsul Remaja yang serius memperhatikan Eka.

Kamera syut dari arah samping, terlihat murid-murid yang tertawa dan guru wanita muda yang memperhatikan keadaan murid-murid, juga Samsul yang fokus pada Eka sambil serius memperhatikan serta Eka yang salah tingkah dan menunduk.

SFX: Suara tawa murid-murid yang semakin riuh ditutup dengan guru wanita muda yang berusaha menenangkan murid-murid yang makin riuh menertawakan Eka.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)