Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Dunia akan terasa lebih indah bila sudah banyak yang menolak stigma gangguan jiwa dan banyak yang paham dan tahu bahwa gangguan jiwa adalah sama seperti penyakit pada umumnya, persekusi terhadap penderitaan kejiwaan akan menurun, masyarakat jadi bisa melakukan penanganan dini jika ada tanda-tanda gangguan kesehatan jiwa, serta jumlah pemasungan berkurang, hampir tidak ada pasungan bahkan tidak ada pasungan sama sekali berarti langkah maju dalam memanusiakan manusia.
Premis
Lukman didesak kedua orang tuanya untuk mencari kerja karena untuk remaja dewasa seusianya ia tidak bisa lagi dicover BPJS, apalagi selain skizofrenia dan kecemasan akut Lukman juga memiliki penyakit paru-paru yang parah, Lukman semakin mengalami kecemasan di tengah-tengah tekanan oleh kedua orang tuanya untuk bekerja, ia juga terbayang-bayang masa lalunya sebagai pembully yang mengakibatkan teman sekolahnya membakar rumahnya sendiri, Lukman semakin cemas karena hanya ayahnya yang bekerja maka banyak hal rumah tangga seperti listrik, ledeng, gas yang menunggak, Lukman juga terbayang-bayang kedua kakaknya yang meninggal kecelakaan setelah mengurus BPJS untuk berobat dirinya, sampai-sampai ia memiliki sebuah waham yang ia sebut "percobaan"
Pengenalan Tokoh
Lukman, pengidap gangguan fobia sosial sekaligus gangguan kejiwaan gelisah dan mengalami kecemasan akut dan malamnya belum tidur karena ia diminta oleh ayahnya, Samsul, dan ibunya, Siti untuk melamar kerja. Lukman yang sebelumnya tidak pernah bekerja diminta bekerja karena sang ayah sudah hampir pensiun dalam waktu 6 bulan sekaligus dari segi usia Lukman tidak akan lagi tercover oleh BPJS. Apalagi selain penyakit kejiwaan Lukman juga memiliki penyakit lambung akut yang mau tak mau harus memiliki BPJS. Pagi-pagi pun ia berangkat melamar dibonceng ibunya, sebab Samsul sendiri trauma naik motor.
Saat sampai di Astra motor oleh HRD Astra Motor daerah Jakarta Selatan Lukman ditolak, alasannya adalah Suswandi, HRD tersebut, merasa Lukman tidak akan bisa bekerja jika kecemasannya separah yang ia lihat dari reaksi dan gaya bicara Lukman, Suswandi yang ternyata adik almamater Samsul semasa kuliah dan memiliki kakak yang memiliki gangguan kejiwaan yang sama dengan Lukman menolak dengan halus agar Lukman memulihkan dulu keadaannya, ia menghibur Lukman agar tidak berkecil hati dan tetap rileks, tapi Lukman malah justru mengalami kecemasan akut hingga akhirnya ia pulang dan terpaksa menkonsumsi Alprazolam, Siti yang diberitahu oleh Lukman bahwa Lukman ditolak kesal dan sepanjang perjalanan cemberut. Lukman sendiri dalam lamunannya merasa bersalah karena Danu dan Intan, kakaknya, harus mengalami kecelakaan yang membuat mereka tewas saat akan mengurus surat pengobatan Lukman.
Lalu selama perjalanan Lukman melihat Slamet, bekas sesama murid ketika dulu bersekolah di SMA, Lukman menatap Slamet yang sedang bekerja sebagai petugas sampah, pikirannya pun menerawang sampai ke masa lalu dirinya ketika ia dulu menjadi perundung atau tukang bully bersama kawan-kawannya di SMA dulu, ceritanya Slamet yang ke warung saat istirahat untuk makan dibully dan bukunya dimasuki puntung dan abu rokok saat Lukman berpura-pura sakit perut dan meminta Slamet mengantar dirinya ke Unit Kesehatan Sekolah, saat di kelas, saat pelajaran, Slamet yang sedang mengambil bukunya dari tas untuk bersiap menerima pelajaran sejarah kaget karena tiba-tiba abu dan puntung rokok keluar dari buku pelajaran sejarahnya, Slamet pun diminta untuk segera menemui guru BK, malamnya saat membeli keperluan untuk makan malam Lukman baru tahu akibat perbuatannya Slamet sampai membakar rumahnya.
Lukman yang dibonceng Siti sampai di rumah bengong dan masih kejang kecemasan serta tidak kunjung turun dari motor dan akhirnya baru mau turun setelah dibentak Siti, Lukman yang tidak berganti baju langsung merebahkan dirinya di kasur miliknya, Siti pun meminta Lukman untuk mengganti baju terlebih dahulu, Lukman menggantinya kemudian mati lampu, listrik yang sejak Siti dan Lukman sampai rumah sudah berbunyi kemudian mati mau tak mau membuat Siti pergi untuk mencari pinjaman lagi untuk membeli token listrik entah kemana. Sedangkan Lukman yang baru sadar rumah lampunya mati karena sejak tadi ia menutupi kepalanya dengan bantal untuk mencoba tidur demi menghilangkan kejang kecemasannya mengambil hapenya dan setelah cek SMS ia mendapati nomor asing yang menyatakanbahwa dirinya telah dicobai oleh iblis, saat menyalakan paket data untuk me-whatsapp nomor tersebut handphone yang tinggal satu persen hendak Lukman isi dayanya, ia pun mencari charger dan baru ingat lampu sedang mati, ia pun merasa kesal dan memukuli kepalanya sendiri.
Suatu sore Lukman merasakan dirinya mendapat percobaan yang persis dijelaskan oleh SMS misterius dari nomor 085741486039, baik dari media sosial maupun interaksi ayah dan ibunya, Lukman yang lelah mental berencana tidur dulu dan jika ia mendapati 3 kali percobaan seperti yang ada di SMS Lukman akan seratus persen setuju bahwa apa yang dialaminya saat ini adalah percobaan iblis, suasana sempat tenang beberapa jam, hingga akhirnya pertengkaran suami-istri tetangga yang seolah menyindir dirinya membuatnya yakin bahwa dirinya memang sedang dicobai dan Lukman pun mencoba menghubungi nomor yang mengiriminya SMS misterius untuk meminta bantuan.
Pada suatu malam Lukman mengalami pertengkaran dengan Santi, salah satu member JKT48 paling populer, penyebabnya Santi ketahuan berbohong oleh Laila, yang juga merupakan member JKT48 yang juga tak kalah populer, Santi yang menutupi karena Lukman pengangguran tersebut ketahuan oleh Laila bahwa dirinya selama ini telah membohongi Laila yang ada rasa pada Lukman soal Lukman pada suatu acara Gemesh yang merupakan salah satu acara JKT48 di media sosial. Lukman yang jelas-jelas salah justru melempar Santi dengan gelas karena kalah berargumen dan tidak bisa mengeluarkan kata-kata untuk menjelaskan keadaannya, untung meleset dan Santi pergi dengan perasaan kecewa. Lukman yang kristiani fanatik pun berdoa memohon pada Tuhan agar semua orang bisa memahami dirinya namun doanya dipimpin oleh keegoisannya sendiri.
Selama 5 hari Lukman tidak keluar rumah, ia menaruh botol dan ember di kamarnya dan buang air disana, saat malam dan suasana sepi ia baru membuang kotorannya, kemudian Lukman membuka media sosial, ia yang sebelumnya curhat di media sosial facebook malah kecewa ketika sedikit reaksi yang ia dapat dan teman facebooknya berkurang sangat banyak, lalu Lukman yang biasa menulis di platform menulis mendapati karyanya di sebuah platform menulis Kwikku sepi seperti biasanya, ia kesal hendak membanting handphone tapi pikirannya rasional waktu itu, jika handphonenya rusak Lukman tidak akan bisa menggunakan headset untuk memutar lagu agar tidak terdengar suara dari Samsul dan Siti yang membujuknya untuk keluar kamar lagipula juga bukan Siti dan Samsul saja yang membujuknya keluar kamar, tapi hampir semua anggota keluarga. Lukman pun tetap beberapa kamar berhari-hari, hingga akhirnya Cing Sodik, paman Lukman, mendobrak dan memberi kabar bawa Siti telah meninggal dunia karena sakit dan tensinya sangat tinggi, malam itu juga Samsul, Santi dan Cing Sodik dibantu warga dan petugas baik kepolisian maupun rumah sakit jiwa memutuskan untuk membawa Lukman ke rumah sakit jiwa. Samsul kemudian melihat putranya tersebut dibawa ke rumah sakit jiwa, dan kecemasan akut dari Samsul yang dirinya sembunyikan kambuh. Samsul pun mengingat teman masa SMA-nya yang bernama Eka.
Eka sangat mirip dengan Lukman. Di pertengahan tahun 80an, sewaktu SMA, Samsul mendapatkan teman baru dari sekolah lain yang memiliki kecemasan sosial akut sehingga sering dibully oleh kawan-kawan barunya tersebut kecuali Samsul, apalagi ditambah ada seorang sosiopat bernama Sudomo yang merupakan teman sekelas mereka yang terus memprovokasi atau memanipulasi teman-temannya untuk terus membully Eka, Eka yang terus dipermalukan makin stress dan sering curhat pada Samsul namun Samsul yang pengecut tidak berani membantu atau bertindak. Hingga akhirnya di acara cerdas cermat Eka mengamuk sampai ke tengah jalan raya hingga akhirnya ia ditabrak truk, ia masih mampu berdiri dan ajaibnya tidak terluka tapi luka dalamnya sudah sangat parah sehingga Eka dibonceng menggunakan sepeda motor oleh Samsul menuju rumah sakit karena suasana panik dan semua orang tidak terpikir menggunakan mobil untuk mengantar sedang ambulans akan terlalu lama, tapi akhirnya Eka tewas diatas motor ketika membonceng Samsul, Samsul yang selama mengantar sahabatnya yang sedang sekarat tersebut terus disumpah serapahi oleh remaja pindahan dari Ponorogo tersebut pun mulai timbul kecemasan akut yang terakumulasi dari rasa bersalahnya pada sahabatnya itu karena tidak bisa membantu dan seolah lari ketika Eka dibully, Samsul pun mengalami kesedihan dan penyesalan sangat mendalam. Mulai saat itu Samsul trauma untuk mengendarai motor.
Samsul yang rupanya menceritakan hal tersebut di bangsal rumah sakit jiwa meminta maaf pada Lukman karena perbuatannya saat itu membuatnya mendapat kecemasan akut yang ia terus sembunyikan dan membuat itu menurun ke Lukman. Tapi Lukman hanya menunduk, Lukman kemudian merasakan kejangnya kambuh dan meminta izin ayahnya itu untuk tidur, Samsul mengizinkan kemudian Lukman tidur.
Di alam mimpi Lukman mengalami mimpi yang sangat surealis, tingkahnya seperti remaja yang masih awal belasan tahun, ia juga bermain di wahana rumah bermain yang sangat aneh dan mendapati orang yang bukan ayah dan ibunya sebagai ayah dan ibunya dan mendapati ia memiliki seorang adik perempuan kecil yang manis, ia pun memiliki sahabat yang merupakan versi laki-laki dari Laila JKT48 dimana Laila di dunia nyata sendiri Lukman taksir, kota dalam mimpi surealis Lukman pun sangat surealis.
Lukman dan Samsul ziarah ke makam Siti juga Danu dan Intan, kemudian mereka makan di rumah makan padang bersama petugas kejiwaan karena Samsul merasa lapar setelah berziarah, di warung beberapa anak muda memperhatikan Lukman, untung saja Lukman tidak menyadari karena menurut petugas rumah sakit jiwa, Lukman bisa kambuh jika tahu dirinya kini populer meski kepopulernya kini mengarah ke positif karena karya novel Lukman sangat apik. Bu Angel kemudian menyusul dan bertanya apakah Lukman masih menggunakan nomor 085741486089 dan Lukman pun mengamuk di mobil, ia kesal bahwa ia sebodoh itu karena mengirimkan SMS dari nomor lama ke nomor barunya sebelum ia mengganti kartu SIM, amukan Lukman pun membuat kecemasan akut Samsul terungkap penuh karena sebelumnya Bu Angel dan pihak rumah sakit sudah mengira bahwa Samsul juga punya kecemasan akut.
Kemudian Bu Angel meminta Romlah, adik kandung dari Siti, untuk memberi keterangan tentang kakaknya yang pernah mengalami trauma paska melahirkan, Romlah pun menceritakan semuanya, dan mengiyakan bahwa dulu Siti pernah menjalani perawatan kejiwaan akibat trauma paska melahirkannya kepada psikiater bernama dokter Yesaya tetapi tidak dilanjutkan karena saat itu penyakit kejiwaan belum dicover BPJS maupun Askes.
Romlah kemudian bercerita perilaku Siti yang suka melampiaskan kekesalan pada anak-anaknya, hanya Lukman yang terpengaruh jiwanya karena saat hamil Siti stress luar biasa dan tidak ada obat mental untuk trauma paska melahirkan Siti setelah melahirkan Lukman, sedangkan saat mengandung Danu dan Intan sendiri Siti tidak begitu stress karena ekonomi masih bagus dan orangtuanya juga belum bangkrut, tetapi setelah orang tua Siti bangkrut Siti mulai merasakan stress berat apalagi setelah melahirkan Lukman yang membuat gangguan paska melahirkannya lebih parah yang berakibat pada pola asuhnya.
Lalu gestur Siti pada anak-anaknya pun mulai memburuk meski sudah tidak lagi menggunakan kekerasan fisik, Samsul sendiri sering berhutang ke warung, meski saat itu pendapatannya sebagai pegawai lumayan besar uangnya entah kemana, Samsul yang tidak punya uang tidak tega ketika ketiga anaknya meminta jajan, pada akhirnya Samsul membelikan anak-anaknya makanan murah yang tidak sehat, yang mengakibatkan Lukman mendapat sakit lambung akut. Ya, hanya Lukman yang terpengaruh karena Intan dan Danu lambungnya cukup kuat karena mental mereka yang lebih kuat dari Lukman juga ikut berpengaruh.
Bu Angel pun memutuskan untuk membuat Lukman dan Samsul tenang dulu, dan pertama-tama berencana menanyai soal Eka di hari ulang tahun Samsul yang dirayakan besar-besaran oleh pihak rumah sakit jiwa dimana mereka mengundang Santi sepupu Lukman yang merupakan salah satu selebriti untuk menghibur pasien lainnya, tapi hal tersebut tidak berjalan lancar, karena Samsul yang ditanyai tentang Eka tiba-tiba pikirannya berada di alam bawah sadar dimana ia dihujat dan dipersalahkan oleh dirinya sendiri karena menyebabkan kematian Eka akibat kepengecutannya dan membuat dirinya mendapat kecemasan hingga menularkannya pada keturunannya yaitu Lukman.