Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Buih Pikiran
Suka
Favorit
Bagikan
9. Musim 1 Episode 7: Sahabat - Bagian 3

FADE IN:

EXT. SMAN 5 PURWOKERTO - LAPANGAN SEKOLAH - PAGI

Berdiri sebuah panggung besar, suasana sangat ramai dan meriah, di panggung Triani sedang menyanyi dangdut dan bernyanyi dengan sangat hot, ia bernyanyi dengan amat menggoda, para siswa berjoget di depan panggung.

Aksi Triani selesai dan ia mendapat siulan dan dielu-elukan siswa yang menonton.

Seorang MC kemudian naik panggung, ia berkata,

MC

Baik. Tegang ya? Ya ben ora tegang mengko pas cerdas-cermate. Ya, wis. Siki waktune Rohmat menunjukkan kebolehane. Kebolehan sing ora kalah apik karo mau... Mbak sapa, ya?

Penonton membalas

SISWA YANG MENONTON 1

Triani!

SISWA YANG MENONTON 2

Triani yayangku!

SISWA YANG MENONTON 3

Yayank Triani!

SISWA YANG MENONTON 4

Triani si rambut warna warni!

Muncul juga suara Arif,

ARIF (O.S)

Triani, gadis londo!

Lalu terdengar suara Triani dari atas panggung, suaranya keras dan ia menggunakan mic sehingga terdengar suara ’ngik’ dari atas panggung setelah ia berkata:

TRIANI (O.S)

Bisik koe, Rif!

Penonton lainnya pun menanggapi Arif

SISWA YANG MENONTON 3

Ho! Asu!

SISWA YANG MENONTON 4

Asu kowe!

SISWA YANG MENONTON 2

Sapa, ya? Arif apa?

SISWA YANG MENONTON 3

Iya biasa. Si Arif, kadal gurun.

SISWA YANG MENONTON 5

Biasa angger Arif, tah.

SISWA YANG MENONTON 6

Jangan berani ganggu Triani, ya. Triani idola kita!

BEBERAPA SISWA YANG MENONTON

Iya. Betul! Betul!

Suasana mulai gaduh, MC mencoba menenangkan. Ia melanjutkan kata-katanya,

MC

Rahmat! Kiye bocah bakal nggawa parikan jawa sing nggelitiki. Siap ngerungu parikane Rahmat?!

Para siswa mulai pergi, mereka menggerutu.

BEBERAPA SISWA YANG MENONTON

Apa kae. Bubar bae.

SISWA YANG MENONTON 4

Paling parikane kae-kae bae.

SISWA YANG MENONTON 3

Ben ana acara ya parikane diulang-ulang.

SISWA YANG MENONTON 2

Ora kreatif babar blas.

SISWA YANG MENONTON 5

Si Rahmat wis langka ide. Mending tuku gedang goreng.

Tiba-tiba ada suara Arif menimpali,

ARIF (O.S)

Jiot lima bayar telu.

MC kebingunan, ia meminta supaya penonton tidak bubar.

MC

Mohon para penonton untuk tidak membubarkan diri. Aja bubar. Parikane apik banget.

Para siswa yang menonton tetap meninggalkan tempat. Rahmat yang membawa beberapa carik kertas hanya berdiri melongo diatas panggung.

DISSOLVE TO:

INT. AULA SEKOLAH SMAN 5 PURWOKERTO - PAGI

Ruang aula penuh dengan siswa, para guru juga duduk di tempat masing-masing yang telah disediakan. Seorang pembawa kuis tegang, ia siap membacakan pertanyaan. Guru-guru dan murid-murid yang menonton pun ikut tegang. Peserta cerdas cermat yaitu Eka dan Samsul Remaja siap mendengarkan pertanyaan dengan seksama begitu pun lawan mereka, seorang gadis dengan rambut sebahu dan seorang siswa dengan perawakan tinggi dan berkacamata. Para juri yang duduk di meja juri pun siap memberi penilaian.

PEMBAWA KUIS CERDAS CERMAT

Sekarang kuis bahasa inggris. Sudah siap.

Semua yang ada di tempat tegang. Para juri pun bersiap menilai, mereka siap dengan pulpen dan buku catatan mereka.

PEMBAWA KUIS CERDAS CERMAT (CONT’D)

Terjemahkan bahasa inggris di bawah ini.

Kamera shot Zoom-In pada Samsul Remaja yang tegang dan Eka yang memejamkan mata. Kemudian kamera lebih fokus ke Samsul Remaja.

PEMBAWA KUIS CERDAS CERMAT (CONT’D)

Ronald Reagan adalah seorang aktor Hollywood sebelum kini beliau menjabat sebagai president untuk negara Amerika Serikat.

Tombol terdengar dibunyikan oleh Eka, Eka menjawab dengan tegang.

EKA

Ronald Reagan was Hollywwod actor before he now served as president for the United States of America.

Pembawa kuis diam beberapa saat, kemudian ia bekata denga keras,

PEMBAWA KUIS CERDAS CERMAT

Benar

Seluruh siswa dan guru SMAN 5 Purwokerto bersorak, lalu Pak Somahudin (50 tahun) seorang guru berkumis dan berpeci yang ikut bersorai berkata pada Pak Ade,

PAK SOMAHUDIN

Kayaknya kita bakal menang, pak. Sudah tiga kosong.

PAK ADE

Amin, pak. Insha Allah kita menang.

Kemudian Bu Wati yang ada di samping Pak Somahudin menimpali,

BU WATI

Memang gak salah kita milih Eka, pak. Meski panikan, dia pandai.

PAK ADE

Betul, bu. Samsul pun tidak kalah pandai.

BU WATI

Iya.

Kemudian kita fokus pada Samsul Remaja yang sedikit melamun, lalu kita masuk ke dalam pikiran Samsul Remaja,

FLASH BACK CUT TO:

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - KELAS IIA - PAGI

Samsul Remaja sedang belajar untuk persiapan cerdas-cermat, tiba-tiba punggungnya ditepuk dari belakang dengan sangat keras oleh Sudomo. Samsul Remaja kaget, ia kaget dan memarahi Sudomo.

SAMSUL REMAJA

Apa sih kowe!

Sudomo cekikikan kemudian dengan nada penuh teka-teki dia berkata,

SUDOMO

Aku ngerti.

Samsul Remaja penasaran.

SAMSUL REMAJA

Ngerti apa?

SUDOMO

Aku ngerti kowe ben dina angger olahraga mesti salin neng kamar mandi karena kowe duwe rahasia.

SAMSUL REMAJA

Maksute?

SUDOMO

Tanda lahirmu. Sing nggawe kowe isin.

Samsul Remaja kaget. Ia memohon pada Sudomo dengan memelas,

SAMSUL REMAJA

Tolong aja weih ngerti sapa-sapa.

Sudomo dengan mimik serius kemudian berkata,

SUDOMO

Tapi ana syarate.

Samsul Remaja makin tegang.

SAMSUL REMAJA

Apa?

SUDOMO

Mengko pertanyaan terakhir aku sing bakal takon. Pertanyaane mung warga Purwokerto tok sing ngerti, ko aja njawab, Eka bae sing jawab.

Samsul remaja kesal dan memarahi Sudomo.

SAMSUL REMAJA

Eka dudu warga Purwokerto asli. Kowe pengen sekolah dewek kalah?

SUDOMO

Aku ra peduli.

SAMSUL REMAJA

Aku omongna ming Pak Ade.

Sudomo dengan nada mengancam dan menakuti kemudian membalas pernyataan Samsul sambil pura-pura pergi.

SUDOMO

Ya wis, aku omongna tanda lahirmu siki ming sapa bae sing aku temui.

Samsul Remaja mengejar Sudomo yang pura-pura pergi. ia memohon pada Sudomo,

SAMSUL REMAJA

Aja, mohon. Aja. Ya, wis. Aku bakal ngalah neng pertanyaan terakhir.

Sudomo pergi berlalu sambil tertawa, Samsul Remaja memperhatikan dengan wajah cemas. Kamera fokus pada wajah Samsul Remaja yang cemas, kamera tetap fokus, sehingga wajah Samsul Remaja di Close-Up.

FLASH BACK CUT TO:

INT. AULA SEKOLAH SMAN 5 PURWOKERTO - PAGI

Kamera meng Zoom-Out Close-Up wajah Samsul Remaja yang tegang, terlihat di papan skor sekarang kedudukan sudah 6-6.

Para siswa dan guru tegang termasuk Pak Ade, Pak Somahudin dan Bu Wati. Eka memarahi Samsul yang melamun.

EKA

Kenapa ngelamun terus, Sul?! Jadinya kita kalah cepet dan sekarang skor sama!

SAMSUL REMAJA

Maaf, ka. Saya salah.

Kemudian pembawa kuis berkata,

PEMBAWA KUIS CERDAS CERMAT

Baiklah. Sekarang adalah soal penentuan. Tetapi ada resiko besar dari soal ini. Jika menjawab salah, maka poin akan diberikan pada lawan. Dan ini pertanyaan terakhir. Karena itu yang mendapat poin adalah pemenangnya. Pertanyaannya seputar kota Purwokerto, dan dipersilakan seorang penonton untuk bertanya untuk pertanyaan penentuan ini.

Sudomo menunjukan tangannya meski Pembawa Kuis belum menyelesaikan kata-katanya. Pembawa Kuis memperhatikan Sudomo kemudian melanjutkan kata-katanya,

PEMBAWA KUIS CERDAS CERMAT (CONT’D)

Baiklah. Kayane ana bocah sing ket mau pingin banget nakon kiye.

Pembawa kuis itu berkata pada Sudomo,

PEMBAWA KUIS (O.S) (CONT’D)

Yang tadi terus tunjuk tangan, silakan pertanyaannya.

SUDOMO

Baiklah. Saya ingin bertanya bagi peserta kuis. Stasiun kereta api Purwokerto dibangun tahun berapa? Sekian. Dan terima kasih.

Eka melihat Samsul Remaja yang tegang.

PEMBAWA KUIS CERDAS CERMAT

Pertanyaan yang bagus. Dari peserta ada yang bisa menjawab?

Samsul Remaja makin tegang, Eka juga tegang. Ia melihat ke kanan dan ke kiri, ia melihat siswi wanita dengan rambut sebahu dengan cepat akan menekan tombol. Eka tiba-tiba menekan tombol lebih cepat lagi.

EKA

1888.

Suasana hening sesaat, tetapi semuanya akhirnya tertawa terpingkal-pingkal, kecuali Pak Ade dan Samsul Remaja serta guru-guru dari SMAN 5 Purwokerto yang menunduk dan sebagian kesal.

PEMBAWA KUIS CERDAS CERMAT

Jawabannya salah. Karena itu poin untuk SMAN 2 Purwokerto dan pemenang cerdas cermat kali ini adalah SMAN 2 Purwokerto.

Kita fokus pada Eka yang panic attack nya timbul, di dalam kepalanya muncul tawa dari orang-orang yang hadir pada acara cerdas cermat. Eka berteriak dengan sangat keras,

EKA

Bangsat! Asu! Asu Kabeh!

Eka berlari, ia mengambil batu besar yang ada di pojok dekat panggung dan menghantamkannya ke tubuhnya sendiri, seluruh yang ada di ruang aula kaget, Sudomo menyeringai, tapi ia kemudian menunjukkan raut panik ketika Ono berkata,

ONO

Gawat kiye si Eka ngamuk, bos!

Dengan nada pura-pura cemas Sudomo berkata,

SUDOMO

Aduh! Iya, piwe kiye, ya?

Eka melempar batu besar yang dipegangnya ke arah pintu masuk, lalu ia berlari kesana, Pak Ade berusaha mengejar Eka, Samsul Remaja berdiri dengan ketakutan. Ia gemetar.

Para guru dan para siswa berlari ke luar aula mengikuti Eka. Dan,

EXT. SMAN 5 PURWOKERTO - LAPANGAN SEKOLAH - PAGI

Eka keluar dari ruang aula, dengan keadaan panic attack ia menyerang siapapun yang ada di depannya, Triani yang baru keluar dari kelas ia hantam dengan kepalan tangannya dengan keras, beberapa siswi panik dan berusaha menolong Triani.

Eka berlari menuju tengah lapangan, ia mengamuk dan berteriak-teriak, kemudian ia berlari menuju pintu gerbang.

Pak Ade dan para guru lain serta para siswa mengejar Eka yang semakin menjadi-jadi. Samsul Remaja pun ikut mengejar, ia memanggil-manggil nama Eka.

SAMSUL REMAJA

Eka! Eka!

EXT. DEKAT GERBANG SMAN 5 PURWOKERTO - SIANG

Eka terus mengamuk, ia membabi buta, seorang pedagang bakso ia pukuli dan tendang, kemudian ia menjatuhkan gerobak bakso pedagang tersebut, seorang satpam sekolah mengejar, ia kalah cepat, Eka berlari ke tengah jalan raya, mengamuk sejadinya di tengah jalan sambil memukuli dirinya sendiri.

Pak Ade berusaha menyeberang, jalan ramai dengan kendaraan bermotor, para pengendara pun dikagetkan dengan aksi Eka yang mengamuk di tengah jalan

SFX: Terdengar dialog dari para siswa dan guru. Sebagian menganggap aksi Eka itu lebai dan mencibir.

Seorang pemotor meleng, ia melihat aksi Eka yang mengamuk, ia terus memperhatikan Eka.

INT/EXT. DI DALAM SEBUAH TRUK/JALAN RAYA.

Seorang supir nampak mengantuk, ia meminum kopi yang ada di dalam botol aqua. Tiba-tiba supir tersebut melihat pemotor yang tadi meleng melihat aksi Eka hendak menabraknya. Supir bus itu membanting stir, pemotor kaget hingga ia terjatuh, kemudian pemotor itu bangkit lagi, ia melihat truk yang hampir menabraknya tadi kemudian menghantam Eka.

SFX: Pak Ade, Samsul Remaja dan guru serta murid SMAN 5 Purwokerto berteriak memanggil nama Eka. Sebagian berigstifar.

Truk kemudian terhenti di pinggir jalan. Supir truk keluar dari truknya dan melihat Eka sudah tergeletak di tengah jalan dan tanpa luka. Supir truk itu mendekat, pemotor yang meleng pun dengan keadaan cemas memperhatikan Eka yang sekarat

Eka kemudian bangkit berdiri, ia kemudian muntah darah, suasana jalan menjadi mencekam, banyak warga sekitar yang panik, pengendara berhenti memperhatikan.

MOKO (O.S)

Muntah darah! Kae mesti lukane parah kae luka daleme!

Pak Ade menyebrang jalan, ia membawa Eka yang seragamnya sudah penuh muntahan darah ke pinggir. Pak Ade nampak kebingungan. Ia melihat sebuah motor terparkir.

PAK ADE

Siapa aja anter Eka ke rumah sakit! Motor! Mana motor! Kalo ambulans lama!

Kamera menyorot Samsul Remaja yang masuk ke dalam sekolah, pak Ade panik, ia memegangi Eka yang sekarat. Para siswa dan siswi serta guru juga panik. Samsul Remaja dengan sudah mengenakan helm muncul mengendarai motornya, ia mengklaksoni Pak Ade yang panik. Pak Ade kaget, ia kemudian berkata,

PAK ADE (CONT’D)

Cepat, Sul. Bawa Eka ke RS paling dekat.

SAMSUL REMAJA

Baik, pak.

Eka pun dinaikan oleh Pak Ade serta beberapa murid ke atas motor. Eka sangat lemas, ia hampir rubuh dari boncengan Samsul Remaja. Pak Ade memagangi Eka yang hampir jatuh. Pak Ade panik. Dengan panik ia berkata,

PAK ADE

Ambil tali! ambil tali di gudang!

Seorang murid kemudian berlari ke dalam sekolah, pak Ade dan beberapa siswa memegangi Eka yang hampir jatuh agar tetap tegak dan berpegangan pada Samsul Remaja.

JUMP CUT:

Siswa yang tadi masuk ke dalam muncul dan membawa tali. Pak Ade mengikatkan Eka pada tubuh Samsul Remaja.

SAMSUL REMAJA

Sudah kuat talinya, pak?

PAK ADE

Sudah!

Samsul remaja pun segera tancap gas, Pak Ade dan para siswa siswi serta guru memperhatikan dengan cemas motor yang dikendarai Samsul Remaja, motor makin menjauh dari pandangan mereka.

CUT TO:

EXT. JALAN RAYA - PAGI

Samsul Remaja panik, Eka berkali-kali batuk darah, darahnya mengenai pundak Samsul Remaja.

Eka kemudian berkata,

EKA

Percuma, Sul. Aku bakal mati. Kalo kamu mau gak bakal jadi begini, kenapa kamu gak berani bela aku dari Sudomo. Yang ngajuin pertanyaan terakhir tadi Sudomo, tapi kamu malah diam dan ngelamun aja. Kamu memang pengecut, Sul. rasanya kepengecutan kamu lebih parah dari rasa cemasku.

Samsul Remaja kalut, ia mulai menangis dan terus melajukan motornya.

SAMSUL REMAJA

Diem, Ka. Demi nyawa kamu. Kamu mending diem aja.

Eka membalas dengan nada sinis,

EKA

Ngomong apa kamu, Sul. Kamu yang nyebabin aku gini, bukan Sudomo. Kamu yang bikin aku sekarat kayak sekarang. Kamu tau? Kamu tuh ibaratnya kayak aku jalan di tengah hutan dan kamu itu lenteranya, lenteranya gak bisa dijadiin harapan karena minyaknya hampir habis! Hampir habis, babi! hampir habis!

Eka muntah darah kembali, Samsul Remaja makin panik, ia tetap fokus untuk mengendarai motornya.

EKA (CONT’D)

Padahal kamu tau kalo ancaman Sudomo dan geng nya cuma pepesan kosong. Tapi kamu masih takut. Aku tau tadi pagi kamu pasti diancam supaya gak jawab sama si asu itu!

Samsul remaja makin panik, dalam tangisnya ia terkejut, ia merasakan sesuatu dalam tubuhnya, ia merasakan panic attack, tangan Samsul remaja mulai gemetar, kemudian tubuhnya. Eka dengan sinis kemudian berkata,

EKA (CONT’D)

Kenapa, Sul? Badanmu bergetar. Kamu mulai kejang kayak aku? Mulai cemas? Tau rasanya kan sekarang? Kamu gak tau akhirnya aku bakal ketabrak truk ’kan? Gara-gara kamu gak bisa bela aku dari Sudomo dan gengnya! Ingat nggak waktu aku dibully sama orang-orang karena inisiasi Sudomo!

Dengan rasa kecemasan yang muncul di dirinya Samsul kembali teringat,

CUT TO FLASH BACK:

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - DEKAT GUDANG PERALATAN SEKOLAH - SIANG

Eka didorong oleh Sudomo, Arif dan Ono, ke dalam gudang sekolah. Samsul Remaja melihat, ia menghindar dan berbelok ke arah lain.

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - KANTIN SEKOLAH - SIANG

Para siswa sedang bercengkrama, Eka hendak membayar gorengan, tiba-tiba Moko berkata,

MOKO

Ka, aku tadi liat kamu ambil dage empat biji.

Eka merasa kagok, Samsul Remaja memperhatikan, ia hendak berkata sesuatu, Sudomo masuk ke dalam warung, Samsul Remaja tidak jadi mengucapkan sesuatu. Eka cemberut, ia memperhatikan Samsul Remaja yang diam menunduk. Sambil mengeluarkan uang dari sakunya ia menggerutu.

INT. SEBUAH KOLAM RENANG.

Suasana kolam renang ramai, Eka nampak kebingungan. Ia kemudian bertanya pada Rahmat,

EKA

Mat.. Kamu lihat baju saya di... dimana? Gak ada.

RAHMAT

Saya gak tau loh, Ka.

Eka melanjutkan mencari pakaiannya, saat Eka sudah jauh nampak Rahmat cekikikan, kita melihat Samsul Remaja memperhatikan dari jauh dengan wajah kesal.

Kamera kemudian fokus menshot kolam, kemudian kamera masuk ke dalam kolam, dan kita sebagai penonton melihat seragam Eka yaitu baju, celana dalam dan celana diikat di dasar kolam

INT. SMAN 5 PURWOKERTO - KELAS IIA - PAGI

Semua adegan terlihat dari P.O.V Samsul Remaja yang memperhatikan sekitar dari dalam kelas,

Eka nampak berjalan dengan santai, Arif yang duduk dilewati Eka kemudian bangkit berdiri dan menepuk-nepuk pundak Eka.

Arif kemudian pergi berlalu, nampak di punggung Eka tertera kertas dengan tulisan merah muda terang yang tulisannya adalah "Model Blu Pelem"

Eka melewati Triani dan para siswi lainnya, Triani tertawa, begitu pun siswi lainnya, kemudian Triani berkata:

TRIANI

Emangnya bodinya bagus, mas?

Eka kebingungan, tetapi kemudian ia lanjut berjalan, saat berjalan Triani nyeletuk,

TRIANI (O.S) (CONT’D)

Bodi platat plitut kayak kae, koh.

Samsul Remaja memperhatikan hal tersebut dengan wajah serius dan kesal, kamera fokus ke wajah Samsul Remaja yang kesal dan,

EXT. JALAN RAYA DIMANA KANAN KIRINYA SAWAH - PAGI

Syut fokus ke wajah Samsul Remaja yang sedih sekaligus panik, Eka masih mengucapkan sumpah serapahnya,

EKA

Kamu itu sampah meski kamu cuma kalah prestasi dari saya di sekolah. Kamu itu babi anjing, gak ada bedanya sama Ono, Moko, Rahmat, Arif, cees Sudomo itu dan lain-lainnya! Anjing kamu! Babi Kamu!

Samsul Remaja pun memohon ampun dan maaf pada Eka.

SAMSUL REMAJA

Maaf, Eka. Ampun.

Eka terus mengoceh tidak jelas yang intinya menghujat Samsul Remaja, Eka nampak menarik nafas panjang, ia sakaratul maut, ia meninggal di atas motor.

Samsul yang sejak tadi menyetir dengan kalut kaget, ia kemudian menangis, motornya masih melaju. Motornya melaju semakin pelan dan pelan.

Di tengah-tengah jalan sawah yang sepi motor berhenti. Samsul Remaja memangis sesenggukan, Eka yang sudah tidak bernyawa kepalanya jatuh bersandar ke punggung Samsul Remaja.

Samsul Remaja lemas, saking lemasnya ia kehilangan keseimbangan, akibatnya ia jatuh dari motor bersamaan dengan jasad Eka.

Samsul remaja menangis ia berkali-kali berkata dengan nada sesal,

SAMSUL REMAJA (CONT’D)

Maaf. Ampun, Eka.

Samsul Remaja kemudian memukuli kepalanya sendiri amat keras dengan tangannya.

SAMSUL REMAJA (CONT’D)

Pecundang! Pecundang! Pengecut! Pengecut!

Samsul Remaja menangis, ia sesenggukan dan,

INT. RUMAH SAKIT JIWA DAERAH JAKARTA BARAT - BANGSAL ANGGREK - PAGI

Jam menunjukkan pukul 3 pagi lebih, terlihat Lukman duduk sambil menunduk, Samsul menyelesaikan cerita masa mudanya, Samsul meminta maaf dengan amat sangat pada Lukman. Samsul mengatakannya dalam keadaan panic attack, Samsul menangis.

SAMSUL

Bapak minta maaf banget sama kamu, Man. Gegara bapak kamu jadi gini. Ini semua salah bapak.

Lukman masih menunduk, ia tidak memperhatikan, Samsul memperhatikan Lukman dengan raut sedih.

Tiba-tiba Lukman berkata,

LUKMAN

Saya mau tidur, pak.

Dengan raut wajah sayu Samsul berdiri, ia menepuk-nepuk dua bantal dan satu bantal guling, kemudian meletakkannya di ranjang kemudian mempersilakan Lukman untuk tidur.

SAMSUL

(menepuk-nepuk bantal)

Udah. Sekarang tidur.

Lukman tidak memperhatikan, ia menunduk dan melamun, dalam kepala Lukman terdengar suara berulang-ulang,

CING SODIK

Man, ibumu meninggal. Tensinya tinggi banget.

Lukman merasakan panic attack, tubuhnya gemetaran, ia berkata terbata-bata pada Samsul,

LUKMAN

Pa...Pak. Ti... Tidur se... se... sekarang, ya. Aye kejang.

SAMSUL

(tersenyum)

Iya.

Lukman tidur merapat ketembok, memeluk guling dan menutupi kepalanya dengan bantal, Lukman gemetaran.

Samsul memperhatikan, matanya berair, Samsul mengusap wajahnya, Samsul terkena serangan panic attack, tubuh Samsul bergetar, ia berusaha menahannya, ia mengusap-usap tubuh Lukman.

Lukman nampak berusaha keras untuk tidur dalam keadaan kejang. Samsul dengan keadaan panic attack memandang Lukman dengan raut wajah sedih.

Kamera syut secara total shot dari arah belakang ketika Samsul mengelus-elus tubuh Lukman.

Kredit title episode 7 kemudian tersaji di layar sambil diiringi lagu Let It Be dari The Beatles.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)