Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Fade In:
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - KAMAR LUKMAN - DINI HARI
Poster Gabriel Jesus terpangpang jelas dengan kostum tim Arsenal di tembok, terdengar dialog dengan nada tinggi antara Samsul dan Siti, Lukman sedang memakai earphone nya, terdengar oleh kita lagu Dreams dari Fleetwoood Mac di earphone milik Lukman. Pintu kamar tertutup, Lukman menatap poster Gabriel Jesus dengan kostum Arsenal dengan tatapan mata kosong.
Dialog dari Samsul dan Siti adalah,
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
(melihat jam tangannya)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
(nada menyindir)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
Terdengar suara pintu dibuka.
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
Suasana hening sesaat kemudian suara pintu ditutup terdengar, kita masih melihat Lukman yang menatap foto Gabriel Jesus dengan mata kosong.
Lalu kamera menyorot dalam-dalam poster Gabriel Jesus yang ditatap oleh Lukman, kita sebagai penonton bisa melihat poster di mata Lukman makin dekat dan dekat, Lukman berkedip, dan,
CUT TO FLASH BACK:
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - KAMAR LUKMAN - MALAM
Poster Santi JKT48 dan Laila JKT48 terlihat terpasang di tembok, lagu Smells Like Teen Spirit mengalun di telinga Lukman yang menggunakan earphone, Lukman sedang menirukan irama drum dari lagi tersebut seperti orang yang bermain drum, Lukman juga sedang mengunyah sesuatu di mulutnya.
Reffain gitar solo dari lagu Smells Like Teen Spirit, Lukman menirukan sesaat gitar solonya, kemudian ia minum, Samsul melewati kamar Lukman dengan tergopoh-gopoh ia berkata:
SAMSUL
Terdengar Samsul membuka pintu depan, Samsul mempersilakan Santi masuk sambil masuk ke dalam.
Lukman terperanjat, dia merapikan dirinya,
berdiri, bersembunyi di balik pintu, memperhatikan Samsul dan Santi yang berjalan. Saat mengintip Samsul dan Santi Lukman menunjukan kekecewaan di wajahnya.
Dialog antara Samsul dan Santi ketika Lukman mengintip mereka yang lewat adalah,
SAMSUL (CONT’D)
Terlihat Santi (23 tahun) wanita cantik dengan rambut panjang terurai sedang berjalan, senyumnya manis, ia menenteng tas kresek besar hitam, cara ia membawa kresek hitam sangat feminim.
Dengan senyum ramah Santi menjawab,
SANTI
SAMSUL
Santi diam saja sambil menunduk dan mencoba tersenyum.
Fokus kembali pada Lukman yang menutup pintu dengan perlahan, terdengar Siti menyambut Santi, Lukman menguping dari kamarnya.
SITI (O.S)
SANTI (O.S)
Terdengar suara Santi mulai menangis, Lukman merasa kaget, ia makin serius untuk menguping pembicaraan Siti, Santi dan Samsul.
SITI (O.S)
SANTI (O.S)
(sesenggukan)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SANTI (O.S)
SITI (O.S)
SANTI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SANTI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SANTI (O.S)
Lukman terkejut, ia merasa cemas.
SITI (O.S)
SANTI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SANTI (O.S)
Lukman cemas berat, keringat mulai menetes dari keningnya, terlihat gagang pintu bergerak, kemudian terbuka, Lukman melihat Samsul membuka pintu, di belakangnya ada Siti dan Santi, Santi menunjukkan wajah yang masam.
SITI
(tersenyum membujuk)
Lukman terdiam sesaat, kemudian ia menjawab,
LUKMAN
SAMSUL
Samsul, Siti, Santi dan Lukman berjalan menuju ruang tamu, Lukman berjalan paling belakang, wajahnya cemas sambil memperhatikan rambut dan tubuh Santi. Dapat terlihat tangan dan kaki Lukman bergetar.
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG TAMU - MALAM
Siti dan Samsul duduk terlebih dahulu, televisi dinyalakan oleh Samsul, Santi duduk, Lukman kemudian dengan kaku duduk.
SAMSUL (CONT’D)
Santi mengangguk.
Lukman menunduk, bola matanya mengikuti semut yang sedang berbaris mengangkut remah-remah roti.
Saat Lukman memperhatikan semut kita mendengar dialog,
SITI (CONT’D) (O.S)
SAMSUL (O.S)
SANTI (O.S)
Lukman cemas sambil terus memperhatikan semut yang mulai berbelok, pandangan matanya makin tak berarah.
SAMSUL (O.S)
SANTI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SANTI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SANTI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SANTI (O.S)
(kikuk)
SAMSUL (O.S)
SANTI (O.S)
SAMSUL (O.S)
SANTI (O.S)
(tersenyum ramah meski kikuk)
Tiba-tiba Samsul membentak Lukman.
SAMSUL (O.S)
Sambil menunduk Lukman menjawab,
LUKMAN
Siti datang sambil membawa baki berisi 4 cangkir teh manis, ia tersenyum sambil memperingatkan Santi bahwa teh masih panas.
SITI
SANTI
(tersenyum ramah)
Syut dilakukan secara long medium shot, kita bisa melihat Lukman yang menunduk, Santi memperhatikan Lukman dengan wajah kecewa, Siti mulai duduk sambil masih memegang baki di tangannya, dan Samsul sekali memperhatikan televisi.
Kemudian Santi berkata pada Lukman:
SANTI (CONT’D)
Lukman dengan rasa takut perlahan-lahan menatap Santi, saat mata Santi dan Lukman beradu, Santi mulai bercerita:
SANTI (CONT’D)
CUT TO FLASH BACK:
DI DALAM KAMERA SEORANG KAMERAMAN - SIANG
Santi memakai pakaian khas JKT48 berwarna pink dan juga Laila (19 tahun) memakai pakaian yang sama, seorang sutradara mengarahkan mereka dengan mengatakan "1,2,3,4" kemudian mengucap "Action" Santi dan Laila yang tadinya menunggu aba-aba mulai beraksi menyapa penggemar, lampu di samping kamera juga menyala merah.
LAILA
(melambai dengan senyum ke arah penonton)
SANTI
(melambai dengan senyum ke arah penonton)
INT. SEBUAH TAMAN DI DALAM RUMAH - SIANG
Zoom out dan kita bisa melihat keseluruhan ruang syuting, kru-kru yang stand by di bagiannya masing-masing, terlihat beberapa member JKT48 lainnya yang sedang bercengkrama dan beristirahat, beberapa juga memakai seragam pink khas JKT48 dan beberapa member juga stand by.
LAILA
SANTI
LAILA
SANTI
(menunjukkan senyum manis yang polos)
LAILA
SANTI
Suara tawa riuh terdengar. Lalu suasana hening beberapa saat, dan,
LAILA
SANTI
Santi berbicara ke kamera seolah bicara ke penonton.
SANTI (CONT’D)
LAILA
SANTI
(cengengesan)
LAILA
Reaksi Santi berubah menjadi kikuk.
SANTI
(pura-pura polos)
LAILA
Santi gugup dan mencoba menyembunyikannya.
SANTI
LAILA
SANTI
LAILA
SANTI
Tertawa nerveous.
SANTI (CONT’D)
LAILA
SANTI
(gugup)
LAILA
SANTI
LAILA
SANTI
(berpura-pura risih sambil cengengesan)
LAILA
(tertawa)
SANTI
LAILA
SANTI
LAILA
SANTI
LAILA
Suara member JKT48 yang lain kompak mem-boo Santi yang dibalas Santi dengan cengengesan.
SANTI
Salah satu member JKT48 berkata,
SALAH SATU MEMBER JKT48
MEMBER JKT48 LAINNYA
MEMBER JKT48 LAINNYA LAGI
Semua member dan kru tertawa termasuk Santi dan Laila.
LAILA
Santi berkeringat, keringat yang tadi muncul sedikit karena gugup sedikit demi sedikit mulai terkumpul.
LAILA (CONT’D)
SANTI
(mengelak)
LAILA
Beberapa member JKT48 lainnya mensoraki dan menciye-ciyekan Laila, yang disambut Laila dengan tertunduk malu-malu dan Santi yang hanya bisa tertawa.
LAILA (CONT’D)
Kalimat itu disambut tawa nervous dan Santi.
LAILA (CONT’D)
SANTI
Santi langsung ngeluarin handphonenya.
LAILA
SANTI
(cengengesan)
LAILA
SANTI
Semua orang di tempat syuting menunggu, hingga Santi membuka handphonenya kemudian berakting seperti sedang mendapat ilham.
SANTI (CONT’D)
Para member JKT48 lainnya bertepuk tangan ramai dan bersorak-sorai sambil mengucap "yeay"
LAILA
SANTI
SALAH SATU MEMBER JKT48
MEMBER JKT48 LAINNYA
MEMBER JKT48 LAINNYA LAGI
Celetukan tersebut disambut tawa meriah semua yang ada di lokasi syuting.
LAILA
SANTI
LAILA
SANTI
(sambil tersenyum dan menunjuk-nunjuk Laila)
MEMBER JKT48 LAINNYA LAGI
MEMBER JKT48 LAINNYA
Celetukan tersebut langsung disambut meriah semua yang ada di tempat, semua tertawa, kecuali Santi yang tersenyum nervous, kamera pun menzoom in ke arah Santi, kameraman yang menyorotnya terdiam sesaat, setelah menshoot Santi, kameraman tersebut berkata ke asisten kameraman di sampingnya.
KAMERAMAN
ASISTEN KAMERAMAN
KAMERAMAN
Kameraman tersebut lanjut mengambil gambar.
LAILA
SANTI
LAILA
SANTI
MEMBER JKT48 LAINNYA
Member JKT48 pun mensoraki, Santi mulai khawatir ia tertawa nerveous.
LAILA
MEMBER JKT48 LAINNYA LAGI
MEMBER JKT48 LAINNYA
Santi yang bingung melanjutkan kata-katanya.
SANTI
SALAH SATU MEMBER JKT48
Santi menyambut itu dengan celetukan sambil menunjuk-nunjuk member tersebut:
SANTI
Suasana pun pecah dan semuanya tertawa. Santi pun melanjutkan:
SANTI (CONT’D)
MEMBER JKT48 LAINNYA LAGI
LAILA
SANTI
LAILA
Member yang lainnya mulai berbisik-bisik meributkan hal tersebut. Tiba-tiba Laila berkata dengan suara lantang.
LAILA (CONT’D)
Semua yang ada di lokasi syuting terkejut.
MEMBER JKT48 LAINNYA
LAILA
(dengan suara tinggi membentak)
Semua yang ada di tempat terkejut. Seorang sutradara pun mencut adegan.
SUTRADARA
ASISTEN SUTRADARA
SUTRADARA
SEORANG KRU FILM
INT. SEBUAH KELAS - SIANG
Beberapa pelajar sedang ramai-ramai menonton streaming acara Gemesh JKT48.
PRODUSER LAPANGAN
Pelajar yang menonton berpandangan satu sama lain dan beberapa detik kemudian siaran langsung Gemesh JKT48 berhenti.
Seorang pelajar berhijab mengambil handphone, ia mengirim rekaman video yang ia rekam tentang produser dan kru acara Gemesh JKT48 perihal masalah cut di insta story grup WOTA Forever. Pelajar berhijab tersebut memperhatikan Insta Story yang sudah dia buat, selang 20 detik balasan masuk satu persatu.
Isi dari balasan-balasan itu ialah,
Santoso Tengil: Guwe ngiranya sih ini cuma gimick aja. Kuntoro Ajibarang: Iya, yang kutahu kayaknya ini settingan.
Ayu Rukmaningsih: Eh, tapi si Laila kayak beneran marah gitu.
Kuntoro Ajibarang: Kalo itu akting bisa menang Oscar dia. Gak usah jauh-jauh lah mainnya. Misalnya Piala Maya.
Letnan Untung Kopral Buntung: Tapi kalo ini beneran, berarti Santi ngebohong. Ngecewain fans ini, sih.
Selang 5 menit komentar di Insta Story penuh dengan berbagai komentar yang pro dengan Santi dan yang kontra.
FLASH BACK CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG TAMU - MALAM
Santi menunjukkan Insta Story dari WOTA FOREVER pada Lukman.
SANTI
Lukman melihat Insta Story WOTA FOREVER kemudian tertunduk diam.
SANTI (CONT’D)
SAMSUL
Lukman masih menunduk, Samsul membentak Lukman dengan suara menggelegar.
SAMSUL (CONT’D)
Lukman tersentak kemudian kembali menunduk.
SITI
SANTI
(tersenyum)
Santi lanjut berbicara kepada Lukman.
SANTI (CONT’D)
Santi kemudian melanjutkan:
SANTI (CONT’D)
SITI
SAMSUL
Lukman masih menunduk, tapi terlihat dari raut wajahnya ia memendam emosi.
SAMSUL (CONT’D)
SANTI
LUKMAN
SAMSUL
LUKMAN
SANTI
LUKMAN
SANTI
Tubuh Lukman bergetar, kemudian dengan suara terbata-bata ia membentak-bentak Santi.
LUKMAN
SANTI
Samsul bangkit dari kursinya dan membentak Lukman.
SAMSUL
LUKMAN
(balas membentak Samsul)
Santi membentak Lukman.
SANTI
SITI
Tiba-tiba sebuah cangkir melayang ke arah Santi dan tepat mengenai pelipis Santi, Santi bengong sesaat, menitikkan sedikit air mata yang sekilas terlihat oleh Lukman kemudian pergi, suara cangkir yang pecah menghantam tembok terdengar sangat keras.
Samsul memandang Lukman kemudian membentaknya, begitupun Siti.
SAMSUL
SITI
Samsul pergi menyusul Santi, Siti terlihat bingung, kemudian mengikuti Samsul.
Tatapan Lukman kosong, ia menatap tembok yang terkena lemparan cangkir.
Terdengar dialog yang kurang jelas Siti dan Samsul untuk membujuk Santi memaafkan Lukman.
Mata Lukman tertuju pada tembok yang ia lempar dengan cangkir.
Dan,
CUT TO FLASH BACK:
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - RUANG TAMU - MALAM
Lukman mengintip, ia mengintip ke arah tembok yang terkena lemparan cangkir di adegan sebelumnya, disana terlihat Laila sedang berpose, Samsul, Siti dan Santi bertepuk tangan.
SAMSUL
SITI
SAMSUL
SITI
Dengan senyum manis Laila kemudian berkata:
LAILA
SAMSUL
LAILA
Samsul maju ke tempat dimana Laila tadi berpose, Laila duduk untuk melihat Samsul berpose, ia duduk di samping Santi.
Samsul berpose, Santi, Siti dan Laila bertepuk tangan meriah.
SITI
Samsul garuk-garuk kepala sambil menjauh dari tembok tempat ia berdiri.
SAMSUL
Tiba-tiba Santi menimpali
SANTI
Dengan cengengesan Samsul menjawab,
SAMSUL
Tiba-tiba Laila menjawab:
LAILA
SAMSUL
LAILA
SAMSUL
LAILA
SAMSUL
LAILA
(menunjukan reaksi menahan tawa)
Siti dan Santi pun tertawa. Kemudian Siti menimpali.
SITI
Santi menimpali.
SANTI
Santi, Siti dan Laila tertawa keras, Samsul kemudian ikut tertawa. Kemudian Laila meneruskan.
LAILA
SAMSUL
LAILA
(tersenyum manis)
Lukman yang masih memperhatikan dari jauh tersenyum memperhatikan senyum Laila.
Lalu kamera kembali fokus pada Samsul, Siti, Santi dan Laila.
SITI
SAMSUL
(tersenyum sambil menutup mata meniru pose gadis-gadis usia belasan)
Tingkah Samsul itu pun otomatis membuat Siti, Santi dan Laila tertawa terbahak-bahak.
SITI
Dengan cengegesan Samsul menjawab,
SAMSUL
Tiba-tiba Laila berkata,
LAILA
Lukman yang masih mempehatikan tersenyum, tapi bersamaan dengan itu dirinya mulai cemas.
Lukman melangkah ke kamar, ia masih bisa mendengar dialog,
SANTI (O.S)
(tertawa nerveous)
SITI (O.S)
(nerveous sambil mengeluarkan nada tertawa saat berbicara)
SAMSUL (O.S)
(nerveous)
LAILA (O.S)
SAMSUL (O.S)
(nerveous)
LAILA (O.S)
SAMSUL DAN SITI (O.S)
(nerveous)
Tiba-tiba Santi mengalihkan pembicaraan. Kita melihat Lukman yang cemas sudah mendekati pintu kamarnya, Lukman berjalan dengan lemas dan amat pelan. Ia lemas.
SANTI (O.S)
LAILA (O.S)
SITI (O.S)
SAMSUL (O.S)
Lukman masuk ke kamar kemudian ia menutupnya, saat pintu ditutup layar pun menggelap.
FLASH BACK CUT TO:
INT. RUMAH KELUARGA SAMSUL - KAMAR LUKMAN - DINI HARI
Layar menjadi terang, penonton diperlihatkan pengumuman dari page JKT48 untuk hukuman Santi, dalam text pengumuman tersebut:
Isi text di pengumuman situs JKT48 tersebut ialah:
Dengan adanya kegaduhan yang ditimbulkan oleh member Santi Safa Indarwati maka dengan ini kami umumkan telah membekukan kegiatan yang bersangkutan untuk 2 bulan ke depan, segala hal yang berkaitan dengan kegiatan dari yang bersangkutan akan dibatalkan, hadiah dari para fans dan juga 2 shot dan juga handshake bagi fans yang berkaitan dengan Santi juga akan dibatalkan dan akan ada refund bagi yang telah membayar untuk melakukan kegiatan seperti yang telah disebutkan dengan Santi. Terima kasih.
Lukman menatap pengumuman di handphonenya tersebut, ia mengenakan earphone, lagu Helter Skelter dari The Beatles mengalun keras.
Lukman bangkit, ia membuka lemari, diambilnya gulungan poster dari lemari kemudian melangkah, sambil melangkah Lukman mengambil isolasi yang tergeletak di atas lemari kecil, lalu tepat di depan poster Santi dan Laila JKT48 Lukman berhenti, ia menatap beberapa detik poster tersebut kemudian menyobeknya. Lagu Dreams dari Fleetwood Mac mulai mengalun, Lukman memasang poster Gabriel Jesus dengan kostum Arsenal di tembok kemudian menatapnya. Kamera juga fokus pada sobekan poster Santi dan Laila JKT48 di lantai.
Saat musik memelan, beberapa saat kita bisa mendengar suara yang tak begitu terdengar jelas dimana Samsul dan Siti sedang ribut, kemudian lagu Dreams kembali terdengar kencang, Lukman pun berlutut, mengatupkan tangan seperti seorang nasrani yang biasanya berdoa.
Dalam hati Lukman berdoa, sebagai penonton kita bisa mendengar doa dalam hati Lukman.
Doa yang ia lantunkan ialah,
LUKMAN (V.O)