Cuplikan Chapter ini
Angin laut berembus rendah membawa aroma garam dan sisa-sisa bau amis pasar ikan yang letaknya tak jauh dari bibir pantai utara Jakarta Matahari sore itu tampak seperti lempengan emas yang dipukul rata menciptakan jalur cahaya yang membelah permukaan air Di bawah sebuah pohon kelapa yang condong ke arah laut Yos duduk bersila di atas pasir Di sampingnya seorang pemuda bernama Ustadz Fauzansosok yang selama ini dikenal sebagai orator vokal di barisan Hardiantotampak menanggalkan jubah