Cuplikan Chapter ini
Di sebuah beranda tua di kawasan pemukiman kolonial Lahore Yos duduk terdiam dengan sebuah buku tipis bersampul kusam di pangkuannya Angin sore yang membawa debu dari arah Punjab terasa hangat namun kata-kata di hadapannya justru memberikan sensasi dingin yang menyegarkan sekaligus membakar Ia sedang membaca baris-baris puisi Muhammad Iqbal sang filosof penyair yang gema pemikirannya melampaui batas-batas benuaTulisan dalam halaman draf ini ia beri judul Di Bawah Bayang-bayang Iqbal