Cuplikan Chapter ini
Malam-malam terakhir di San Francisco terasa begitu puitis bagi Yos Kabut yang biasanya terasa dingin dan mengancam kini tampak seperti selimut yang menenangkan di atas teluk Di apartemennya yang kini sebagian besar isinya sudah masuk ke dalam kardus persiapan pulang Yos duduk menghadap jendela Tidak ada lagi guncangan amarah yang meledak-ledak Yang tersisa hanyalah sebuah keheningan yang dalamsebuah fase yang ia sebut sebagai Emotional Subsidence1 di mana air bah dendam perlahan su