Cuplikan Chapter ini
Fajar terakhir di Lahore menyapa dengan warna keemasan yang menembus debu tipis di sela-sela jendela kayu Yos duduk di tepi tempat tidur memandangi tas ranselnya yang sudah penuh sesak Di dalamnya The Holy Quran karya Abdullah Yusuf Ali bertumpu tenang di atas Alkitab kulitnya yang lama Pemandangan itu tidak lagi memicu kegoncangan batin atau rasa bersalah yang menghantui seperti saat ia masih di San Francisco Sebaliknya ia merasakan sebuah ketenangan yang dingin dan jernihsebuah fas