Cuplikan Chapter ini
Jakarta menyambut Yos dengan kelembapan udara yang terasa seperti pelukan kain basahberat menyesakkan namun sangat akrab Di sebuah kedai kopi yang berada di area pusat kota tempat yang dulu menjadi saksi bisu penghakiman sosial terhadap dirinya Yos duduk dengan tenang Di hadapannya tiga orang pria yang dulu menjadi eksekutor moral bagi hidupnya duduk dengan kegelisahan yang nyataBab 34 dalam draf novelnya ia beri judul Menghadapi Bayang-bayang Fokusnya bukan lagi pada guncangan Al-