Cuplikan Chapter ini
Malam merangsek hadir tanpa banyak suaraSekar duduk di tepi ranjang punggungnya bersandar ke dinding lampu kamar dibiarkan mati Hanya cahaya dari luar jendela yang masuk tipis dan dingin Jam tangan itu ada di genggamannyaSejak kabar itu datang Sekar belum benar-benar tidur Tubuhnya lelah tapi pikirannya menolak berhenti Ada satu dorongan yang terus kembali berputar di tempat yang sama seperti luka yang disentuh berulang kaliIa menunduk menatap jam ituSekali lagi saja pikirnya