Cuplikan Chapter ini
Sekar rebah telentang di atas tempat tidurnya Lampu kamar sudah dimatikan menyisakan cahaya samar dari luar jendela yang jatuh tipis di langit-langit dan di lantai kamar Matanya terpejam namun pikirannya tetap terjaga Setiap kali ia berusaha menenangkan napas dan membiarkan tubuhnya tenggelam dalam kantuk peristiwa sore tadi justru muncul semakin tegasIa teringat detik ketika waktu tiba-tiba kehilangan kepatuhannya Lalu tiba-tiba ada semacam tarikan yang tak berbunyi tak terlihat n