Cuplikan Chapter ini
Azan subuh merambat pelan menembus ruang dan kesadaran Sekar sebelum matanya benar-benar terbukaSekar bangun Ia duduk di tepi ranjang napasnya masih berat seolah ada sesuatu yang tertinggal di antara detik-detik yang baru saja dilewatiJam di dinding berdetak biasa Tidak ada cahaya aneh Tidak ada tarikan waktuSekar berada di masa kiniIa menunduk memijat pelipis Di kepalanya ingatan tentang taman sekolah tawa Neti dan penolakan kecil yang ia ucapkan kemarinatau dua puluh tahun l