Cuplikan Chapter ini
Sekar bangkit Mencoba sekali lagi Ia tidak ragu kali iniDengan ingatan yang lebih rapi Dengan niat yang lebih tenang Ia mengucapkan tanggal itu di kepalanya seperti mantradua belas Februarilalu memutar knop jam perlahan seolah takut waktu akan pecah jika disentuh terlalu kerasDunia kembali terlipatDan lagi-lagi Sekar tidak mendarat di tempat yang ia tujuUdara terbuka menyambutnya Suara riuh Tawa Langkah kakiTaman sekolahSekar menutup mata menarik napas dalam-dalam Ada sesu