Cuplikan Chapter ini
Pagi datang dengan cara yang biasa nyaris terlalu biasa untuk menampung kegelisahan yang masih mengendap di kepala Sekar Di rumah kontrakannya yang sempit itu ia bergerak pelan dari satu sudut ke sudut lain mengenakan pakaian kerjanya sambil sesekali berhenti seperti lupa pada urutan gerak yang sudah menjadi muscle memory di setiap paginya Ada pertanyaan yang belum sepenuhnya pergi dari benaknya meski potongan jawaban mulai menemukan bentuk namun belum utuhSekar paham satu hal jam i