Cuplikan Chapter ini
BAB 27Satu Tanda TanganSekolah Saksi dibuka pada hari Senin di aula besar pesantren dengan seratus delapan puluh enam peserta dan satu papan tulis yang tidak muat menampung semua pertanyaanRaka berdiri di ambang pintu memandang ruangan itu dengan perasaan yang sulit dijelaskan Para perajin purun duduk berderet di lantai bersama suami dan saudara mereka memegang buku catatan yang mereka beli dengan uang sendiri Para sopir Haji Rusli duduk berkelompok di belakang bertubuh besar dan ta