Cuplikan Chapter ini
BAB 16Dua Tangan Satu BanuaSungai itu tidak lagi berwarna sungaiItulah yang pertama Raka perhatikan ketika perahu kelotok kecil mereka meninggalkan dermaga sebelum fajar mesinnya berderak pelan mendorong air yang coklat keruh hampir seperti teh susu yang diaduk terlalu lama Di kiri-kanan hutan karet dan semak-semak rapat berbaris seperti dinding hijau dan di atasnya kabut tipis menggantung seperti kain yang belum diangkatDulu airnya bening Ustadz kata Pak Murjani duduk di bur